BogorPolitan – Nanggung
Laporan : M Ilyas
Ketahanan Pangan dimasa Endemi Corona Virus Disease (Covid) – 19, merupakan hal utama untuk dijadikan Prioritas bagi Kelompok Masyarakat sebagai Penerima Manfaat langsung, dalam Pemilihan Ekonomi Masyarakat berkelanjutan.
Walaupun Penyakit Mulu dan Kuku (PMK) masih jadi ancaman, namun diduga tidak menjadi halangan bagi Pemerintah Desa (Pemdes) Nanggung memasukan Pertenakan bagi program Ketahanan Pangannya.
Kepala Desa Nanggung Ahmad Sodik, menunjuk Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jasa Harja Ata Wijaya, sebagai pengelola Dua Puluh Persen Anggaran Ketahanan Pangan yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2022.
Seperti diungkapkan Ata Wijaya, sesaat setelah mengikuti ‘Pelatihan Masyarakat Dalam Program Ketahanan Pangan’ di Ruang Kelas SMAN 1 Naggung, Sabtu 30/07/22.
“Kepala desa juga sudah menyerahkan ke gapoktan yang dua puluh persen, silahkan di kelola dan insya Allah saya akan kelola dengan baik serta diserap baik oleh kami sebagai kelompok tani,” terangnya.
Menurut Ata, 75 hektar lahan Sawah yang ada di wilayah binaannya, namun anggarannya harus bisa mencukupi untuk Perternakan, Perikanan serta Pertanian.
“Hal ini kita melakukan pelatihan kelompok masyarakat dalam program ketahanan pangan, semuanya tani padi, peternakan dan perikanan,” ucapnya.
Namun Ata berharap, mengingat luas lahan persawahan yang ada utamanya di Kampung Nanggela dan Pariuk, Pertanian menjadi program Prioritas.
“Menurut saya yang terutama harus pertanian padi sangat di prioritaskan, karena disini sembilan puluh persen petani padi, dalam hal ini tanaman pangan untuk padi itu diutamakan dan bibitnya pun padi super.
Banyak manfaat untuk para petani, karena ketersediaan pangan itu cukup dari hasil panen, di nanggung ada 8 gapoktan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Nara Sumber sebagai Pemateri dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bogor Muhammad Ismanto, merasa optimis walaupun dalam masa Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan dasar Stanting sebagai pembandingnya.
“Tadi saya hanya singgung dalam materi perkandangan sanitasi dan higienitas saya singgung wabah pmk sedikit, masih bisa jadi prioritas masyarakat untuk bertani dan skala prioritas peternakan juga harus tetap digalakan, karena mengingat stunting juga meningkat kita butuh protein hewani juga,” kilahnya.
Nampak ada ketidak puasan dari salah satu perserta Pelatihan H. Mahmud, ketika menanyakan tentang PMK kepada nara sumber.
“Tentang penyakit mulut dan kuku juga dikasih arahan dan dipertanyakan akan tetapi mereka juga tidak bisa menjawab secara detail, cuma jawabnya hanya di suntik dan pakai salep,” katanya.






