Liputan : Eka Rufa ||
BogorPolitan.com – Cianjur,
Pemerintah Desa (Pemdes) Sukamulya, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur terapkan kucuran Dana Desa (DD) sekitar 3 persen untuk ketahanan pangan palawija, dan perikanan.
Kepala Desa (Kades) Sukamulya Syaripudin mengatakan, ada sekitar 5 kelompok di desa sini untuk ketahanan pangan yaitu diterapkan untuk palawija dan perikanan.
“Anggaran sekitar Rp 25 jutaan per kelompoknya,” katanya saat dikonfirmasi langsung di meja kerja, Rabu (04/10/2023).
Masih ujarnya, dibagi menjadi dua kelompok untuk pertanian seperti timun, lopang (oyong), pare dan jenis palawija lainnya.
“Kalau untuk perikanan yaitu seperti lele dan nila,” ujar kades di Kecamatan Karangtengah ini.
Saat dikonfirmasi soal pemasaran apakah ada kendala, ia mengakui, tidak ada kendala selama ini untuk soal pemasaran. Pasalnya sudah ada yang menampung yaitu bandar langsung, ada yang datang atau menghubungi langsung dijemput.
“Bahkan dua tahun ini sudah berjalan sesuai harapan,” ujar Syaripudin.
Sementara itu, lebih lanjut Kades Sukamulya menyebutkan, soal pasokan air tidak kesulitan pancar alias normal meskipun saat ini musim kemarau juga di lahan garapan beberapa titik lokasi di desa sini.
“Intinya bisa berlanjut untuk ketahanan pangan palawija dan perikanan saat ini. Tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat (ekonomi),” paparnya.
Sementara Dodi salah satu petani dari kelompok tani Berkah mengatakan, bahwa dirinya terutama para petani merasa sangat terbantu, atas adanya permodalan dari pemerintah.
“Saya sebagai petani sangat terbantu atas dapatnya modal dari pemerintah dan mudah-mudahan bantuan ini terus berlanjut,” terangnya.
Masih lanjutnya, sebagai petani terong atau oyong pemasarannya biasanya langsung ke pasar pasar yang ada di Cianjur.
“Untuk pemasaran biasanya langsung ke pasar pasar yang ada di Cianjur, kadang kalo yang bagus bisa dikirim keluar kota,” pungkas Dodi.






