BogorPolitan – Leuwiliang
Laporan : M. Ilyas ||
Pasca kebakaran hebat yang melanda Pasar Tohaga Leuwiliang sepekan lalu, kondisi terkini para pedagangnya sudah bisa berjualan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) dengan membangun secara swadaya.
Menurut Sunandar, Forum Pedagang Korban Kebakaran Pasar Leuwiliang (Ketua) di TPS yang sudah terrelokasi jumlahnya sudah mencapai 75 persen.
“Sekarang yang sudah terelokasi jumlah nya ini, sudah mencapai sekitar tujuh puluh lima persen dan sebagian ada yang ngontrak di tanah-tanah pribadi,” terangnya.
Sunandar mengatakan pasca terjadinya kebakaran Pasar Leuwiliang, pihaknya sudah menyampaikannya kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Bupati Bogor. utama nya tentang dana Belanja Tidak Tetap (BTT).
“Untuk btt ini kita mendapat informasi kemarin, setelah berbicara bersama Bupati bahwasanya untuk Leuwiliang itu ada, termasuk saya bicarakan dengan dinas juga,” katanya.
Dirinya mengharapkan dana BTT dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor, bisa langsung diterima oleh para Pasar Leuwiliang.
“Sementara ini kan kita pedagang, jadi uangnya itu harusnya kembali kepada pedagang, jangan nanti ada juga alasan penggunaan dana btt ini untuk yang lain – lain. Ada baiknya untuk membantu para pedagang,” ujarnya.
Masih kata Sunandar, anggaran dana BTT dari Pemkab Bogor, penerapannya di Pasar Leuwiliang harus bisa menjadi kan para pedagang bangkit.
“Berdasarkan informasi yang telah kami dapat, dana BTT dari Pemkab Bogor, ini diterapkan di Pasar Leuwiliang itu nanti bentuknya Bagaimana ?, yang terpenting adalah kita bisa membangun sendiri dan bisa menjadi kalau uang itu menjadi permodalan awal, bagi para pedagang jadi tidak terpuruk karena kasihan pedagang,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Rakyat Ekonomi Kecil(Korek) Teger Bangun tegas menyatakan untuk tempat relokasi gratis.
“Terus hak-hak dan kewajiban dari para pedagang hari bisa terpenuhi dengan baik dan relokasi sementara ini tidak ada bayar apa pun. Jika ada pihak yang menjual belikan atau oknum silahkan laporkan ke kami,” kata Ucok sapaan akrabnya.
Ucok menjelaskan, sebagai sarana untuk pengaduan masyarakat, pihaknya telah membentuk Forum dan Whatsapp Group (WAG) Pedagang Korban Kebakaran Pasar Leuwiliang.
“Nanti apa saja yang ingin disampaikan bisa disitu, upaya yang sudah dilakukan forum bersama Pak Sunandar sudah menyampaikan keluhan-keluhan para pedagang ketika bupati datang kesini dan berbicara langsung,” ujarnya.
Masih kata Ucok, hasil dari komunikasi yang dibangun Forum bersama Bupati Bogor dan Direksi Pasar Tohaga, sudah disepakati secara tertulis terkait Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk Pedagang.
“Alhamdulillah saat ini semuanya sudah tertulis permohonannya, yakni jangan ada pemindahan (relokasi) untuk pasar sementara jauh dari Leuwiliang. Terus yang kedua kita udah ketemu dengan direksi, bagaimana kita sudah bahas dengan beliau ini sudah ada hasilnya juga, bahwa kita diberikan disini, pada saat ini, ada kata-kata TPS, berarti itu sudah diizinkan untuk tempat penampungan sementara,” pungkasnya.





