Laporan : Eka rufa ||
BogorPolitan.com – Cianjur,
Ketua Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) Kabupaten Cianjur Beni Irawan merasa prihatin dengan adanya dugaan praktek Pungutan Liar (Pungli) dana stimulan gempa yang dilakukan beberapa Kepala Desa (Kades).
Diberitakan sebelumnya, lima Kades diperiksa Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Cianjur soal dugaan pungli dana stimulan gempa.
“Saya memang banyak mendengar beredarnya informasi beberapa kepala desa yang melakukan dugaan praktek pungli dana stimulan gempa kepada masyarakat penerima dan tidak melayani masyarakat,” kata Beni, Selasa, (11/04/2023).
Akan tetapi, Beni memastikan perbuatan dugaan pungli hanya dilakukan segelintir Kades, selebihnya para Kades justru fokus dalam penanganan gempa dan mengurusi masyarakatnya yang terdampak.
“Saya pastikan tidak semua kepala desa melakukan praktek pungli bantu stimulan gempa kepada masyarakat,” ujarnya.
Daripada melakukan praktek pungli, para Kepala Desa menurut Beni, lebih baik terus bekerja agar dana stimulan gempa betul-betul dapat diterima masyarakat untuk membangun rumah-rumahnya yang terdampak gempa beberapa waktu lalu.
Salah satu yang harus dilakukan para Kades sebut Beni diantaranya mempermudah kelengkapan pemberkasan agar tak harus berbondong-bondong datang mencari kepala desa atau ke kantor desa.
“Contohnya saya sebagai Ketua Apdesi dan sebagai kepala desa Cirumput hampir tiap hari pulang pagi mempersiapkan persyaratan pencairan uang pembangunan stimulan rumah warga yang rusak,” tutupnya.






