BogorPolitan – Leuwisadeng,
Laporan : M. Ilyas ||
Pekerjaan galian tanah di Area Jalur Nasional, untuk memasang Kabel Fiber Optik (FO) di Wilayah Kabupaten Bogor bagian Barat, menjadi persoalan tersendiri bagi Masyarakat sekitar dan pengguna Jalan.
Dengan adanya pekerjaan yang sedang dilakukan, diduga dapat menimbulkan beberapa persoalan muncul, antaranya debu jika dalam keadaan panas serta licin dikala hujan.
Bahkan diduga menjadi menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan, yang dialami oleh seorang Guru Sekolah Dasar (SD), di Kecamatan Leuwisadeng Irma ketika hendak pergi mengajar.
Menurut Irma Purniasari, bekas galian tanah itu tidak dirapihkan kembali, sehingga tanah tersebut mengganggu aktifitas para pengguna jalan.
“Hari minggu kemarin saya pulang mengajar dari sekolah, saya boncengan dengan ibu Fina, kebetulan kondisi jalan ramai. Kami melaju di sebelah kiri jalan, setibanya di Jalan Raya Paku Kosol, lalu kaki Ibu Fina menyangkut kena karung, sehingga motor kami oleng kemudian Ibu Fina terjatuh,” ungkapnya.
Akibat dari peristiwa itu, Irma Purniasari mengatakan, temannya Fina mengalami benjol dibagian kepala, kaki memar dan
luka menganga di punggungnya.
“Kemudian dibawa ke RSUD Leuwiliang dan setelah itu di urut ke pak roni dan sampai saat ini sudah satu minggu belum bisa mengajar disekolah karena jalan kesehatan nya belum pulih,” katanya.
Tak hanya itu saja, seorang Ustad di Pondok Pesantren An’Nida, Muhammad Rusan menyampaikan, bahwa kecelakaan akibat galian tanah yang terkesan abai terhadap keamanan dan keselamatan pengendara juga dialami oleh seorang guru di SDIT Khoeru Ummah.
“Kemarin Ibu Siti Suhelma kecelakaan gara-gara galian tanah itu, nyerempet karung galian tanah itu,” ungkap Muhammad Rus’an.
Akibatnya, kata dia, Siti Suhelma mengalami luka menganga pada bagian kaki dan harus mendapatkan penanganan dokter.
“Luka nya robek di kaki dan dijahit dibagian luar 18 jahitan dan bagian dalam 5 jahitan,” katanya.
Akibat insiden itu, Muhammad Rus’an menyampaikan bahwa kini Siti Suhelma belum bisa beraktifitas mengajar murid-muridnya lantaran kondisinya belum membaik.
“Sehingga murid saya di kelas 1 belum ada gurunya karena harus mencari guru pengganti,” katanya.
Sementara itu, Mandor Lapangan, Agung Widodo mengaku, pekerjaan galian kabel FO Telkom tersebut dikerjakan oleh PT. Tapan Mas.
“Kalau untuk penanggung jawab, Waspang yang ditunjuk kantor itu pak Yunus sama pak Gusti dan nanti akan saya sampaikan ke sana apa yang dibicarakan (Dikeluhkan) warga,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Pengguna jalan yang melintas di jalan raya cibeber, Rudi Hartono menyayangkan, adanya galian kabel Fiber Optik (FO) di samping kiri jalan raya leuwiliang hingga cigudeg menambah semrawut bahkan bekas galian tanah yang selesai di gali itu terdapat beberapa titik lokasi yang kurang pemadatan hingga berpotensi amblas.
“Kalau kami sebagai masyarakat sih berharap ini ditertibkan lah, apa lagi ini kan jalan nasional jangan sampai minim juga nih pengawasan nya oleh pihak-pihak terkait,” pungkasnya.






