Kapolda Jabar Datangi Keluarga Korban, Tragedi Tambang Pongkor Tewaskan 11 Orang

0
134 views

Bogorpolitan.com, Nanggung 

Pucuk pimpinan kepolisian di Jawa Barat turun langsung ke lokasi untuk memastikan data dan memberikan empati kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, mengonfirmasi bahwa total korban tewas akibat insiden asap di lubang tambang tersebut mencapai 11 orang.

Angka ini memvalidasi data lapangan yang sebelumnya dikumpulkan dari berbagai desa di sekitar lingkar tambang.

Dalam keterangannya, Kapolda merinci proses evakuasi yang telah dilakukan tim gabungan.

Alhamdulillah untuk nanggung sudah 3 orang yang kami selamatkan, dan beberapa desa lagi sudah kita selamatkan itu kurang lebih berjumlah 11 orang dari semuanya,” ujar Kapolda Jabar Irjen Rudi kunjungan di Polsek Nanggung, Kamis (22/1/2026).

Para korban merupakan penambang yang berasal dari tiga kecamatan berbeda di Bogor Barat, yaitu Cigudeg (6 orang), Sukajaya (3 orang), dan Nanggung (2 orang). Mereka diduga tewas akibat terpapar asap beracun di dalam lubang tambang.

Pihak kepolisian telah menyerahkan seluruh jenazah kepada keluarga untuk dimakamkan tanpa proses autopsi menyeluruh atas permintaan keluarga.

Selain memastikan data evakuasi, Kapolda juga memberikan santunan sebagai bentuk empati terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Simpang siur terkait informasi mengenai jumlah korban jiwa dalam tragedi kemanusiaan di kawasan pertambangan emas Gunung Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor, akhirnya terjawab secara resmi.

Kendati demikian, Jendral Bintang dua ini menegaskan mengenai status para korban, bahwa kesebelas orang tersebut telah meninggal dunia.

“Ya korban yang sudah dievakuasi telah diserahkan kembali kepada keluarganya untuk dilakukan pemakaman.” tegasnya.

Tragedi ini memukul telak warga Bogor Barat. Sebagai bentuk belasungkawa, Kapolda tidak hanya datang untuk mendata, tetapi juga memberikan santunan kepada 11 Korban yang meninggal akibat tragedi asap beracun tersebut.

“Dan hari ini kami berempati kepada keluarga korban dengan memberikan sedikit bantuan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari,”ungkapnya.

Terkait proses identifikasi medis, Irjen Rudi menjelaskan bahwa para korban tidak menjalani autopsi menyeluruh karena permintaan keluarga untuk segera dimakamkan.

“Sementara ini korban oleh keluarganya masing-masing langsung dikebumikan, apabila nanti ada proses lain ditemukan akan kita lakukan,” jelasnya. (Gus).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini