Hiswana Migas Cianjur Usulkan Harga Gas Elpiji 3 Kg Naik, YLPKN Provinsi Jabar Sebut Itu Keterlaluan

0
1,043 views

Laporan : Eka Rufa ||

Cianjur – BogorPolitan.com,

Dengan adanya usulan kenaikan harga eceran tertinggi (HET) Gas elpiji 3 kg yang dimohonkan Hiswana Migas Kabupaten Cianjur mendapat tanggapan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara (YLPKN) Provinsi Jawa Barat.

Ketua DPD YLPKN Provinsi Jabar, Hendra Malik, menanggapi, Kenaikan harga gas elpiji 3 kg yang diusulkan oleh Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kab.Cianjur kepada pemerintah membuat kecewa dan dianggap keterlaluan.

“Menanggapi pemberitaan yang beredar di media tentang usulan kenaikan harga Gas elpiji 3 kg yang di usulkan oleh Hiswana Migas Kabupaten Cianjur kepada Pemerintah Cianjur. Saya atas nama DPD YLPKN Provinsi Jawa Barat sangat kecewa mendengarnya, Hiswana Migas Cianjur Keterlaluan,” ucap ketua DPD YLPKN Jabar tersebut, dalam keterangan tertulisnya.Jum’at (03/06/2022).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) YLPKN Kabupaten Cianjur menuturkan, gimana tidak keterlaluan, sudah tau masyarakat sedang kesusahan setelah bertahun-tahun dihajar pandemi covid-19, jangankan untuk beli gas dengan harga tinggi harga normal saja yang lama belum tentu masyarakat mampu.

“Baru beberapa bulan di lantik jadi pengurus Hiswana Migas sudah mau nyusahin masyarakat keterlaluan sekali,” ucap Hendra.

Hendra menerangkan, Pemerintah Pusat saja saat ini sedang gencar-gencarnya menggelontorkan dana bantuan sosial, agar masyarakat terbantu, nah ini Hiswana Migas Cianjur malah mau bikin masyarakat susah.

“Urgensinya apa sampai mau menaikan HET gas 3 kg yang ada malah bikin susah masyarakat, pengusaha memang pasti ingin untung tapi tolonglah lihat juga kondisi masyarakat,” terangnya.

Masih kata Hendra Usaha itu jangan hanya pake ilmu ekonomi tapi pake juga ilmu sosialnya, ngejar untung sah-sah saja cuman menjadi pengusaha juga harus punya rasa yang manusiawi kepada masyarakat selaku konsumen.

“Coba cek harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji 3 kg di kabupaten tetangga misal Bandung Barat, Purwakarta, Sukabumi dan Bogor apakah di sana ada kenaikan HET? Jawabannya gak ada kenaikan,” tandasnya.

Melanjutkan, ketika di Kabupaten Cianjur HET gas elpiji 3 kg di naikkan apakah tidak di pikirkan selain akan mempersulit masyarakat ekspansi zona penyaluran gas juga akan terjadi, coba turun kelapangan ke wilayah perbatasan,

Seperti di kecamatan Haurwangi dan Ciranjang banyak beredar gas dari wilayah Bandung Barat, di wilayah kecamatan Gekbrong banyak gas dari Sukabumi dan di wilayah kecamatan Cikalongkulon banyak gas dari daerah Bogor.

“Kebayangkan kalau hanya HET gas elpiji 3 kg di kabupaten Cianjur saja yang naik, warung-warung dan masyarakat sebagai konsumen akan lebih memilih membeli gas elpiji 3 kg dari kabupaten tetangga yang jualan keliling sengaja masuk ke wilayah zona Cianjur,” ucapnya.

Hendra menambahkan, sebagai pengusaha yang bertanggung jawab harusnya bisa lebih memberikan kontribusi perhatian dan pelayanan kepada masyarakat sebagai konsumen dari barang yang mereka jual.

“Pengusaha itu harusnya bisa lebih memberikan kontribusi perhatian dan pelayanan,” tutupnya.

Diketahui Hiswana Migas Kabupaten Cianjur telah melakukan permohonan usulan kenaikan harga Gas elpiji 3 Kg kepada pemerintah dari harga sebelumnya Rp 16 Rb/tabung menjadi Rp 19 Rb/tabung,namun pemerintah daerah Cianjur masih mengkaji terkait usulan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini