BogorPolitan – Cibungbulang,
Laporan : M. Ilyas ||
Menyikapi adanya persoalan kutipan uang terhadap pengendara Armada angkutan sampah, milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten dan Kota Bogor yang dilakukan oleh FKMG, mendapat sorotan tajam dari Gerakan Pemuda Nasional (GPN).
Ketua GPN Robby Faisal mengatakan melalui sambungan telepon selulernya Sabtu 04/06/2022, meminta pihak Kepolisian mengambil langkah nyata, untuk menindak tegas pelaku pemungutan, yang menurutnya hal itu tidak bisa dibenarkan.
“Agar menjadikan itu efek jera buat mereka (Pelaku Pungutan) terutama agar tidak ada lagi yang namanya pungutan liar di TPAS Galuga,” katanya.
Selain itu, Bang Botol sapaan akrab Robby Faisal juga mendesak Kepala Bidang (Kabid) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor jikalau memang tidak pernah menyetujui para oknum melakukan pungutan untuk melaporkan kepada pihak Kepolisian agar dilakukan tindakan tegas.
“Dan untuk Kabid DLH, kalau memang tidak pernah menyetujui langkah para oknum pungutan liar di TPAS Galuga, alangkah lebih baiknya anda (Kabid DLH) juga melaporkan atas pencatutan nama atau pencemaran nama baik dari dinas anda,” ujarnya.

Sebelumnya, pasca musyawarah di Kantor Kecamatan Cibungbulang, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Galuga (FKMG) M. Kamaluddin, ketika ditanya hasil keputusan Rapat oleh anggotanya, “apakah pungutan yang Lima Ribu akan tetap berjalan ?”
“Jalan terus Dari A sampai Z saya akan bertanggungjawab, tidak akan mundur,” Jawab M. Kamaludin.






