Gencar Vaksin PMK, Desa Nanggung Tetap Prioritaskan Peternakan

0
1,050 views

BogorPolitan – Nanggung
Laporan : M Ilyas

Menyebarnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terjadi beberapa waktu lalu, menjadi Prioritas Vaksinasi Unit Pelaksana Tehnik (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Wilayah VI Cigudeg.

Melalui Chattingan Instagram (IG)nya, Admin UPT Puskeswan Wilayah VI sedang gencar melakukan Vaksinasi bagi binatang berkuku diwilayah binaannya, yang meliputi 8 Kecamatan.

“Membawahi Kecamatan Rumpin, Nanggung, Cigudeg, Jasinga, Parung Panjang, Sukajaya dan Tenjo. Jumlah 700 vaksin yang didapat dari dinas bagi 7 kecamatan, vaksinasi bagi Sapi, Kerbau, Domba, Kambing dan Babi,” tulis Admin.

Namun berbeda hal yang disampaikan
Muhammad Ismawanto, penyuluh Dinas Pertenakan Kabupaten Bogor, sesaat setelah menjadi Pemateri ‘Pelatihan Kelompok Masyarakat Dalam Program Ketahanan Pangan’ di Ruang Kelas SMAN 1 Nanggung, Sabtu 30/07/2022.

“Point intinya lebih kepada budidaya peternakan dalam arti ternak domba /kambing, tentang manajemen pakan dan pembibitannya, tadi saya hanya singgung sedikit dalam materi perkandangan sanitasi dan higienitas,” terangnya.

Saya singgung wabah PMK sedikit, lanjut Ismawanto, “masih bisa jadi prioritas masyarakat, untuk bertani dan skala prioritas peternakan juga harus tetap di galakan, karena mengingat stunting juga meningkat. Kita butuh protein hewani juga,” katanya.

Namun ada sedikit kekecewaan yang disampaikan oleh salah satu peserta Pelatihan, H. Mahmud ketika menanyakan tentang PMK kepada Pemateri Muhammad Ismawanto.

“Peternakan kambing domba dan kambing kacang yang biasa, tentang penyakit mulut dan kuku juga dikasih arahan dan dipertanyakan, akan tetapi mereka juga tidak bisa menjawab secara detail. Jawabnya hanya di suntik dan pakai salep,” ujarnya.

Dari jumlah seluruhnya 8 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Nanggung, salah satunya Jasa Harja dibawah Pimpinan Ata Wijaya, sebagai Ketua pengelola Anggaran Program. Dengan memiliki 75 hektar Sawah berharap Pertanian sebagai Prioritas

“Pelatihan kelompok masyarakat dalam program ketahanan pangan, semuanya tani padi, peternakan serta perikanan, menurut saya yang terutama pertanian padi sangat di prioritaskan. Karena disini sembilan puluh persen petani padi,” tegasnya.

Untuk pencapaian hasil maksimal, Ata juga membutuhkan Bibit Padi yang Unggul, untuk memenuhi kuota bagi Anggotanya.

“Dalam hal ini tanaman pangan untuk padi itu yang diutamakan dan bibitnya pun padi super, usulan anggarannya perhektare untuk padi rata-rata empat juta, dari mulai pengolahan tanah.

Semuanya untuk kelompok tani jasaharja di kampung nanggela dan kampung pariuk kurang lebih tujuh puluh lima hektare, ada delapan kelompok tani di desa nanggung,” lanjutnya.

Banyak manfaat untuk para petani, sambung Ata, “karena ketersediaan pangan itu cukup dari hasil panen,
kepala desa juga sudah menyerahkan ke gapoktan yang 20 persen silahkan di kelola. InsyaAllah saya akan kelola dengan baik serta diserap baik oleh kami sebagai kelompok tani,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini