Aduh,. Oknum Ustazd Cabul Diusir Warga Masyarakat

0
717 views

Laporan : Aji
Redaktur : Eka Rufa ||

Cianjur – BogorPolitan.com,

Warga Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur heboh dengan adanya pengusiran seorang oknum ustazd yang diduga menggerayangi tubuh santriwati.

Kejadian tersebut terungkap disaat ada dua santriwati terus menunda untuk pernikahan dan seperti tak mau menikah meski sudah dijodohkan oleh orangtuanya baik dari pria asal Cianjur maupun luar Cianjur.

Dari penjelasan seorang warga Sukaluyu, sebut saja inisial ZZ, mengatakan, dua santriwati tersebut salah satu diantaranya akhirnya curhat kepada teman sebayanya. Bahwa tiga tahun lalu dengan dalih untuk penurunan ilmu bertempat di rumah sang ustaz di wilayah Cianjur, ia telah ditelanjangi oleh sang oknum ustazd sebut saja namanya SA (30). Para korban mengaku digerayangi diraba-raba bagian sensitifnya namun tak sampai disetubuhi.

” Sehingga membuat keluarga dan warga marah, akhirnya mengusir oknum ustazd yang dikenal tokoh agama tersebut dari kampung,” ujar ZZ ditemui di Sukaluyu, Cianjur, Rabu (06/7/2022).

ZZ yang sempat menghadiri pertemuan antara sang oknum ustazd, korban, dan keluarganya. Saat melakukan disumpah, sang oknum ustazd telah mengakui perbuatannya.

” Dan saat itu pula korban sangat begitu histeris, mungkin karena trauma dengan kejadian yang sempat menimpa mereka,” jelasnya.

ZZ juga mengatakan, kejadian tidak terpuji tersebut terjadi tiga tahun lalu, disaat dua korban berinisial NN dan YY masih berusia 16 tahun.

Yang saat ini korban warga Sukaluyu ini sudah berusia 19 tahun. Saat itu sang oknum ustazd sudah mempunyai seorang istri dan seorang anak ini menjadikan rumahnya sebagai tempat untuk mengaji.

“Jadi awal terjadinya si korban itu mau dijodohin berkali-kali bahkan ada laki-laki yang mau ngelamar tapi dia tetap menolak, yang menjadi dan membuat bingung keluarga sehingga ada apa kenapa sampai menolak setiap lamaran laki-laki yang menginginkan untuk menikahi dia tiba-tiba dia curhat,” ujar ZZ.

ZZ mendengar cerita dari korban bahwa pelecehan seksual, terjadi yang dilatarbelakangi ada ritual semacam menurunkan ilmu, kemudian korban dimandiin dan diperlakukan tidak senonoh sampai kepada alat kelamin menggunakan tangan oleh oknum ustad tersebut.

“Setelah terungkap itu sontak memancing emosi semua masyarakat dan saat itu juga masyarakat mengusir si pelaku, namun setelah si pelaku pergi dari kampung ini dia dihubungi lagi untuk datang dan mengakui di hadapan masyarakat terhadap perbuatannya,” katanya.

Dalam pertemuan itu pelaku juga mengakui dan bukan hanya satu orang saja, bahkan dua orang muridnya yang diperlakukan seperti itu.

“Saya melihat untuk melapor ke polisi mungkin masih dalam menimbang-nimbang ya mengingat si korban dengan pelaku itu ada hubungan kekerabatan begitu,” ujar ZZ.

ZZ mengatakan bahwa pelaku SA bersama keluarganya sudah tidak berada di kampung dan sudah pergi bersama keluarganya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini