Warga Desa Sukaluyu Cemas Ketika Hujan Turun, Khawatir Tanah Longsor

0
1,015 views

Bogorpolitan – Nanggung,

Kejadian pergeseran tanah Kampung Cepaktangkil, Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung sekitar awal bulan Mei 2020, yang mengakibatkan 6 rumah rusak parah bahkan 1 telah roboh saking parahnya, serta 20 rusak ringan, hingga menimbulkan kecemasan dari warga setempat terlebih saat hujan turun.

Lambatnya penangan diduga akibat lambannya Pemerintah Desa Sukaluyu, melaporkan kejadian tersebut kepihak Kecamatan guna dilaporkan ke Instansi terkait. Hal ini seperti disampaikan Camat Nanggung, Ae Saefullah, diruang kerjanya ketika dikonfirmasi.

“Jika ada laporan dari pihak Desa pasti kami langsung ditindaklanjuti, setelah adanya informasi ini langsung turun kelokasi dengan awal laporan lisan lalu sekarang telah ditindak lanjuti dengan surat ke BPBD,” jawabnya.

Hal itu dibenarkan oleh ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Nanggung Jani Nurjaman, beberapa waktu yang lalu diruang kerjanya.

“Kita baru tahu setelah adanya pemberitaan, serta langsung dibahas di Musrenbang tingkat Kecamatan,” ungkapnya.

Setelah adanya tindak lanjut pihak Kecamatan, Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor terjun ke titik lokasi utama pergeseran tanah, Senin 28/09/2020, bersama Staff Desa, Rt dan Rw,.

Dalam wawancaranya, Tim BPBD, Hayat mengatakan, setelah pengecekan awal akan diteruskan oleh tim dari Geologi.

“Kita baru pengecekan awal, untuk penangan selanjutnya nanti kita turunkan badan geologi, khusus pengecekan tanah, intinya kalau kata tim geologi harus direlokasi ya direlokasi, kalau untuk relokasi itu belum tentu semua tergantung hasil geologi dari BMKG, secepatnya akan kita layangkan surat,” urainya.

Sementara itu Ketua RW 05, Saleh, berharap dengan turunnya tim BPBD Kabupaten dapat segera menangani persoalan yang ada terlebih saat curah hujan yang tinggi.

“Harapan saya dengan turunnya langsung tim dari BPBD Kabupaten, bisa langsung cepat tertangani, karna sekarang curah hujan yang kerap turun, membuat warga sangat takut sewaktu-waktu longsor terjadi, apalagi setiap turun hujan tanah dan rumah-rumah selalu retak serta membuat warga dicekam rasa ketakutan,” kata Saleh.

Dengan adanya laporan resmi dari pihak Kecamatan serta survey tim BPBD kelokasi bencana tidak serta merta membuat nyaman warga terdampak.

“Kami sangat senang dengan adanya tim yang datang kelokasi, namun tetap kekhawatiran ini tidak bisa ditepis, apalagi saat ini sering turun hujan, kalau bisa mah secepatnya ada aksi nyata, sebelum ada korban, kami benar-benar cemas dan khawatir,” pungkasnya.
(Ahyarudin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini