Pemuda Disabilitas di Cianjur Bertahan Hidup Bersama Kakek-Nenek di Rumah Bilik Nyaris Roboh
Bogorpolitan, Cianjur
Seorang pemuda penyandang disabilitas fisik di Kampung Sarongge RT 005/007, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hidup dalam kondisi memprihatinkan bersama kakek dan neneknya yang telah lanjut usia.
Pemuda bernama Anggi Suherman (20) itu tinggal di rumah bilik panggung yang kondisinya sudah lapuk dan nyaris roboh. Dinding bambu terlihat rapuh, sebagian lantai papan mulai reot, sementara atap rumah bocor di sejumlah titik.
Sejak ibunya meninggal dunia beberapa waktu lalu, Anggi tidak lagi tinggal bersama ayahnya.
Ia kemudian diasuh oleh kakek dan neneknya yang kini menjadi satu-satunya penopang hidup.
“Setelah ibunya meninggal dan bapaknya menikah lagi, Anggi tinggal bersama kami,” ujar sang nenek saat ditemui di kediamannya, Selasa (24/2/2026).
Dengan keterbatasan fisik bawaan yang dialaminya, Anggi tidak dapat beraktivitas secara leluasa.
Kondisi tersebut membuatnya sangat bergantung pada bantuan kedua orang tua lanjut usia itu dalam menjalani keseharian.
Sementara itu, sang kakek yang sudah berusia senja masih berupaya mencari nafkah sebagai buruh tani serabutan.
Ia bekerja jika ada warga yang membutuhkan tenaganya di sawah atau kebun. Namun penghasilan yang diperoleh tidak menentu.
Untuk kebutuhan makan sehari-hari, keluarga ini mengandalkan upah harian yang terkadang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok. Dalam kondisi tertentu, mereka harus berhemat agar tetap bisa bertahan.
Selain persoalan ekonomi, kondisi rumah yang tidak layak huni juga menjadi kekhawatiran tersendiri, terutama saat hujan turun dan angin kencang melanda wilayah tersebut.
Warga sekitar mengetahui kondisi keluarga tersebut, namun keterbatasan ekonomi membuat bantuan yang diberikan masih bersifat seadanya. Hingga kini, keluarga Anggi berharap adanya perhatian dan dukungan dari pihak terkait maupun para dermawan.





