Ibu Hamil Desa Sukamaju Jadi Target KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dalam Pencegahan Stunting

0
529 views

Bogorpolitan – Cibungbulang
Laporan : Raka Bayu Kamajaya ||

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, fokus dalam penanganan stanting untuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN) nya di Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Senin 21/08/2023.

Menurut Abizar Alghifari Ketua pelaksana kegiatan, program stanting diambil untuk menyelaraskan dengan agenda Kabupaten Bogor dalam hal penangannnya.

“Untuk targetan kita sebenarnya ibu hamil, itu berarti pencegahan supaya nanti bayi yang dilahirkan, tidak mengalami stunting dan anak anak yang sudah dilahirkan dalam kondisi sehat dan berkembang,” ungkapnya.

Dia menyatakan, dengan demikian tujuan akan tercapai pada tahun 2045, Indonesia mempunyai Sumberdaya Manusia (SDM) yang kuat.

“Dengan intelektual yang tinggi, selaras dengan program kabupaten Bogor, yang pada saat ini dicanangkan yaitu program Zero Stanting,” katanya.

Untuk program lanjutan dalam penangan stanting, Abizar Alghifari berjanji akan mengawalnya sampai tuntas, sesuai data catatan yang ada di Desa Sukamaju.

“Perlu disosialisasikannya secara massive, tentang bagaimana caranya khususnya di dalam pencegahan, setiap hari kita harus makan 4 sehat 5 sempurna, itu pentingnya menjaga pola makan, jangan asal masuk aja makanan, karena itu mempengaruhi kesehatan,” katanya.

Masih kata Ia, sampel stanting yang ada di Desa Sukamaju mencapai 33 orang, namun berkat hasil kerja keras bersama Pemdes Sukamaju angkanya bisa menurun drastis.

“Dalam kurun waktu beberapa bulan sudah turun, Alhamdulillah ke angka 13 dan rencana kita itu dengan pihak desa yang ingin menurunkannya sampai ke titik nol. Dikawal sampai tuntas, setidaknya kita adalah mahasiswa yang bergerak dan yang mengawali,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama,Rizki Fathul Hakim Ketua Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (Inspira) optimistis kasus stanting bisa ditekan.

“Upaya-upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, tentu di sini menjadi kunci, bahwa kebersamaan untuk penurunan angka stunting. Itu menjadi langkah nyata dari pemerintah, secara nasional untuk dapat menurunkan angka stunting, sehingga itu bisa dirasakan oleh anak-anak muda di tahun 2045, yang nanti kita akan menghadapi bonus demografis di mana usia produktif anak muda itu akan lebih banyak,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini