GARITAN Binaan PT Antam Tbk UBPE Pongkor Tingkatkan Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja Muda

0
98 views

Bogorpolitan.com, Nanggung

Program Rumah Belajar Gerakan Ramah Lingkungan untuk Mendukung Ketahanan Pangan (GARITAN) yang digagas melalui Corporate Social Responsibility (CSR) PT Aneka Tambang (Antam) Tbk UBPE Pongkor menunjukkan dampak nyata bagi petani di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Program yang diresmikan pada 22 Juli 2025 itu kini mulai berkontribusi terhadap peningkatan hasil panen dan penguatan ekonomi desa.

Pada 2026, kelompok tani setempat mengembangkan komoditas tomat di lahan seluas sekitar dua hektare serta tetap menanam cabai merah besar di lahan satu hektare.

Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman, mengatakan panen perdana tomat telah dilakukan pada Senin (20/4) dengan hasil mencapai sekitar 7 hingga 8 kuintal dari dua lokasi lahan.

“Di satu lokasi menghasilkan sekitar 1 kuintal, sementara di lokasi lain yang hampir satu hektare mencapai sekitar 6 kuintal,” ujar Jani, Kamis (23/4).

Ia menambahkan, pada 2025 desa tersebut juga berhasil memanen cabai merah besar sebanyak 13 ton dari lahan seluas satu hektare. Hasil itu dinilai berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli desa.

Program GARITAN, lanjut Jani, tidak hanya berfokus pada sektor hortikultura, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang tergabung dalam Kelompok Tani Taruna Muda.

“Mayoritas yang terlibat adalah anak-anak muda. Ini menjadi peluang kerja sekaligus meningkatkan keterampilan mereka di sektor pertanian,” katanya.

Selain pertanian, pengembangan sektor peternakan domba dan perikanan ikan mas juga dilakukan sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan berkelanjutan di desa tersebut.

Sementara itu, CSR and Sub Division Head PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susetio, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjalankan kegiatan pertambangan yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pertambangan tidak selalu identik dengan dampak negatif. Program GARITAN menjadi salah satu bukti nyata kontribusi perusahaan bagi masyarakat,” ujar Agustinus.

Ia menambahkan, selain GARITAN, perusahaan juga menjalankan program lain seperti Jaro Farm dan Pepeling (Pelestarian Lingkungan Cisangku) guna mendorong kemandirian masyarakat.

Ke depan, pendampingan akan difokuskan pada peningkatan kapasitas dan kemampuan manajerial kelompok binaan agar mampu mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

“Pendampingan tetap dilakukan, namun diarahkan pada penguatan kapasitas agar masyarakat bisa mandiri,” tegasnya.(And)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini