Warga Cianjur Keluhkan Banyaknya Sampah Rumah Tangga Berserakan Dipinggir Jalan

Liputan : Eka Rufa ||

BogorPolitan.com – Cianjur,

Warga Cianjur sangat tergganggu dengan banyaknya sampah rumah tangga yang menumpuk disisi jalan, sejumlah jalan protokol di wilayah Kabupaten Cianjur dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga. Hal tersebut disebabkan adanya perubahan lokasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS).

Berdasarkan pantauan dilapangan sampah rumah tangga tersebut mulai menumpuk sejak pagi Minggu (03/03/2024).

Sampah rumah tangga tersebut menumpuk dan terlihat kotor serta menyebarkan bau tak sedap seperti di Jalan Siliwangi, Jalan Mochamad Ali (Bojong Meron), Jalan Siti Jenab, Jalan Raya Sukabumi, Jalan Pangeran Hidayatullah, dan Jalan Ir. H. Juanda dan jalan protokol lainnya.

Sebut saja Suryawan warga Cianjur dirinya mengatakan, selaku warga saya sangat terganggu dan kecewa dengan banyaknya tumpukan sampah dipinggir jalan sangatlah mengganggu, jalan juga menjadi sempit dan membahayakan pengendara roda dua atau roda empat.

“Ya., selain bau nya yang tak sedap tak enak pula dilihat, jadi terlihat kumuh serta banyak lalat, untuk pengendara juga kalo tidak hati-hati bisa terpeleset karena banyak juga sampah yang basah,” ujarnya.

Dikutip dari Cianjur Ekspres , Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai menyebutkan, penyebab penumpuknya sampah tersebut akibat adanya perubahan lokasi TPAS.

“Sejak masa darurat sampah berakhir pemerintah sudah tidak boleh membuang sampah ke TPAS Pasir Sembung Kecamatan Cilaku sehingga pemerintah harus mengangkut sampah ke TPAS Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon,” katanya pada wartawan, Minggu (03/03/2024).

Menurutnya, terdapat beberapa kendala hingga sampah harus kembali dibuang ke TPAS Mekarsari, dan sejumlah armada yang rusak sehingga tidak sampai ke TPAS.

“Sehingga tidak sempat mengangkut sampah yang ada di perkotaan. Armada yang dimiliki pemerintah kondisinya tidak 100 persen mampu untuk mengantarkan sampah ke TPAS Mekarsari. Pasalnya, selain cukup jauh, medan jalan yang dilalui pun menanjak dan menurun sehingga dinilai menyulitkan,” ucapnya.

Selain itu ia menyebut penumpukan sampah rumah tangga tersebut diperkiraka akan terjadi hingga beberapa hari kedepan, dan pihaknya masih menyesuaikan pasca perpindahan TPAS.

“Waktu tempuh jelas berbeda dengan waktu pembuangan sampah ke TPAS Pasirsembung yang sebelumnya sudah ditutup, dan kita masih menyesuaikan,” ucapnya.

Sampai berita ini dinaikan, tumpukan sampah di beberapa titik di jalan protokol tersebut belum diangkut hingga menyebabkan bau tak sedap dan dikerumuni lalat serta mengganggu pengguna jalan baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!