Bogorpolitan – Sukajaya,
Rekonstruksi Pembangunan terdampak Banjir / Longsor Ruas jalan Cigudeg – Kiarasari – Cisangku, dalam rangka mperlancar pergerakan barang dan jasa, dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), dinilai lamban oleh Tokoh Pemuda Pasir Bandera Ferry Firdaus yang akrab disapa FF, sehingga merugikan masyarakat kecil.

Padahal menurut FF, ketika ada kunjungan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat sudah diingatkan, guna percepatan harus dilakukan penambahan tenaga kerja, juga di jadwal secara shift.
“Apalagi yang kepasar, sekarang harus muter ke Cigudeg, usulan dewan Aan kepada pelaksana yaitu adanya Penambahan pekerja, serta AW juga menyarankan, adanya jadwal kerja berkelanjutan secara shift malam dan siang, namun hanya dilaksanakan dihari pertama dan kedua, selanjutnya tidak ada,” ungkap FF dikediamannya, Kampung Pasir Bandera, Kamis 14/11/2021, kepada Media.
Karena untuk percepatan juga, lanjut FF, karena waktu pekerjaan dengan waktu yang ditentukan harus rampung, yaitu solusinya selain menambah pekerjaan waktunya juga diatur, siang dan malam pekerja nya bergantian, kalau memang yang tadi diaplikasikan yang tadi saya optimis.
Karena jaraknya masih panjang, dari Kampung Cerewed – Cipeundeuy itu, mata pencaharian warga, seperti pedagang sayuran, tentunya kepasar bawa mobil, yang saat ini harus muter lewat Nanggung, jika kelamaan terus kasihan lah mereka.
“Hingga hari ini sudah sebulan lebih, hampir dua bulan lah, tentunya itu yang menjadi keluhan mereka, karena pada saat di sosialisasi kan tidak nyampe dua bulan dari Cerewed sampai Cipeundeuy, kenyataan nya seperti ini, sekarang aja masih pengerjaan diatas, lom turun juga,” terangnya.
Sementara Konsultan pelaksana dari PT. Kriyasa Abadi Nusantara (KAN), Riyan yang bertugan menangani di segment 6, beralasan selain kondisi lahan dan hujan menjadi hambatan utamanya.
“Kita dibagi enam segment, ini yang paling ujung, selain medannya sulit, juga hujan yang turun mendadak, kita disini baru sebulan,” kilahnya.(Ipay).






