Tidak Mendapatkan Perhatian Pemerintah, Selama Enam Bulan Warga Desa Sukaluyu Hidup Dalam Cengkraman Kekhawatiran

0
1,019 views

Bogorpolitan – Nanggung,

Ironis, kejadian pergerakan tanah yang terjadi enam bulan yang lalu, tepatnya 13 Mei 2020 di Kampung Cepak Tangkil, Rw 05, Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, sepertinya terabaikan oleh pihak Pemerintah. 1 rumah roboh, 5 rumah rusak berat, serta 20 rumah rusak ringan dengan kondisi yang memprihatinkan.

Seperti diungkapkan Elan, pemilik rumah yang rusak, karena tidak ada lagi tempat bernaung terpaksa tinggal dirumah dalam keadaan was-was.

“Bukan hanya luarnya saja yang rusak parah, namun bagian dalamnya pun rusak parah juga, walau dengan keadaan rumah yang sudah rusak parah, saya dan keluarga tetap tinggal disini karna sudah tak ada lagi tempat bernaung, saya berharap agar secepatnya dapat perhatian dari pemerintah karna semakin hari rumah saya semakin parah,” kata Elan penuh harap.

Senada dengan Elan, Sahami dengan terpaksa tidur dengan beralas tikar karena semuanya hancur.

“Rumah saya sudah cukup lama rusak dan kamar tempat saya tidur pun sudah tidak bisa di tempati tidur lagi, bahkan keramik pun sudah hancur dan saya ganti dengan alas tikar, saya berharap secepatnya ada perhatian dari pemerintah agar segera ditangani” ungkapnya, saat diwawancara Bogorpolitan.com, Sabtu, 19/09/2020.

Ketua RW 05 Saleh, membenarkan adanya rumah rusak yang diakibatkan adanya pergeseran tanah diwilayahnya, yang terjadi berbarengan dengan peristiwa Kampung Sluduk, Desa Wangunjaya, Leuwisadeng, Rabu 13/05/2020.

“Sudah lama terjadi, Pemerintah Desa pun hanya mengecek rumah-rumah yang rusak, sekitar 3 bulan yang lalu, dengan meminta saya untuk mengumpulkan foto Copy KK pemilik rumahnya rusak parah dan ringan, datanya sudah diserahkan kedesa,” urainya.

Ditempat terpisah Ketua RT 04 Yani, mempertegas serta merinci data akibat yang ditimbulkan dengan adanya bencana pergeseran tanah diwilayah nya.

“Rumah yang rusak parah ada 6, bahkan 1 telah roboh saking parahnya, wilayah saya 3 rumah yang rusak, termasuk rumah saya sendiri, 3 lagi di RT 01 Dulgani, kami berharap secepat nya ada penanganan dari Pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten serta Pemerintahan Pusat. Terlebih disaat musim hujan tiba, warga pun sangat takut karena pergeseran tanah pun sampai sekarang masih terjadi maka dari itu pemerintah harus secepatnya menangani,” pungkasnya penuh harap. (M. Ilyas / Agay).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini