BogorPolitan –
Melihat beberapa rekan sekolah swasta telah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka dimasa Pendemi Covid 19 ini. Setelah melalui berbagai pertimbangam dan keinginan sebagian besar orangtua peserta didik, serta telah dikomunikasikan dengan Pemdes setempat dan Satgas Covid 19 maka SMK Mutiara Bangsa telah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka dengan mengacu pada Protokoler Kesehatan Covid 19.
Nurkholis Badru Tamam Kepala SMK Mutiara Bangsa mengemukakan hal tersebut kepada Bogorpolitan.com diruang kerjanya, Kamis (8/10).
“Betul kami sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka di masa Pandemi ini, tentu kita laksanakan dengan mengikuti aturan Protokoler Covid 19 dan kita sangat ketat dalam pengawasan terhadap anak didik kami, selain kami sudah bagikan Masker kepada setiap siswa juga sebelumnya sudah kami steril setiap kelas dan seluruh area sekolah dengan disinfektan, juga kami siapkan Termo Gun, tempat cuci tangan,” papar Tama biasa dipanggil.
Kami tidak perkenankan siswa/siswi hadir disekolah bila tidak memakai masker, itu salah satu keharusan yang harus diikuti para siswa masuk kearea sekolah, tambahnya.
Tama menjelaskan Pembelajaran Tatap Muka dilaksanakan dalam 1 minggu 2 kali dan bergilir.
“SMK Mutiara Bangsa dengan jumlah total peserta didik 246 siswa dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka untuk Jurusan OTKP dilaksanakan pada Hari Senin dan Selasa sedang untuk Jurusan Multi Media kita laksanakan di hari Rabu dan Kamis, dan jam pembelajaran waktunya selain dipangkas kita laksanakan 2 shift perharinya, pertama dilaksanakan Pk. 07.00-11.00 WIB kemudian dishift ke dua pada Pk. 13.00-16.30 WIB,” jelasnya.
Tama menambahkan sesuai arahan maka hanya 50% dari jumlah siswa perkelasnya jadi rata-rata 18 siswa perkelas dan siswa duduk sendiri-sendiri dan berjarak.
Lebih lanjut Tama memaparkan bahwa pembelajaran daring disekolahnya sudah 1 bulan ini ditiadakan karena Quota bantuan dari pemerintah baru 82 siswa dari total 246 siswa kami yang sudah kami daftarkan di Dapodik.
“Maka saat pembelajaran Tatap Muka 2 hari perminggu disekolah ditambah Praktek di hari Sabtu juga kami berikan tugas pada siswa untuk pembelajaran luring dirumah dihari lainnya, jadi 3 hari belajar disekolah 3 hari belajar dirumah,” ucap Tama menegaskan.
Kami selaku pendidik kewajiban kami adalah memberikan layanan pendidikan terbaik bagi generasi penerus bangsa ini, apapun kondisinya pembelajaran harus terus berjalan.
Harapan terbesar, saya rasa sama seperti yang lain pagebluk atau Pandemi Corona ini segera berakhir, kita bisa hidup normal kembali, belajar normal, bekerja normal dan beraktifitas normal.
“Mudah-mudahan Pandemi ini menjadi hikmah dan pembelajaran buat kita semua, Insya Allah kedepan menjadi lebih baik lagi, Aamiin,” pungkas Tama
Dharmawan






