Santoso : Ucapan ‘Warga Jasinga Primitif’, Oknum Harus Minta Maaf Langsung Kepada Warga

0
1,150 views

BogorPolitan – Jasinga

Laporan : Ipay ||

Tudingan kalimat Rasis yang diduga dilontarkan pelaksana pembangunan Taman Bugar Jasinga (TBJ) mengundang reaksi keras dari elemen masyarakat berasal dari latar belakang, di Aula Kecamatan, Rabu, 02/02/2022,

Perkataan bahwa ‘Warga Jasinga Primitif’ adalah bentuk sebuah Pelecehan yang menimbulkan rasa sakit hati ditengah gencarnya peradaban di era globalisasi.

Hal itu diuraikan oleh Tokoh perwakilan Budaya Rojak, yang disampaikannya dihadapan Camat Jasinga Santoso.

“Kalimat ‘Warga Jasinga Primitif’ itu merupakan pelecehan dan merasa sakit hati, bahwa kami warga yang memang beradab, buktinya kami mendidik pemuda jasinga yang terakhir tampil di kancah pencak silat di Kabupaten Bogor,” terangnya.

Menurut Rojak kalimat tersebut sangat luar biasa, sangat bertentangan dengan apa yang dilakukan pihaknya bersama para Pemuda Jasinga.

“Itu Bahasa yang luar biasa, sama halnya dengan tidak berbudaya, padahal kami didalam setiap event pencak silat adalah bagian dari budaya, kita sudah memperkenalkan diri, event pencak silat kita berangkat sendiri dengan meraih juara umum 4 itu seratus persen warga jasing, kalimat itu membuat kami tersinggung, atlit mutlak warga Jasinga,” paparnya.

Ditempat yang sama Camat Jasinga Santoso, mengapresiasi apa yang disampaikan Warga Jasinga yang menyampaikan aspirasinya dengan damai, dengan segera akan bersurat kepada Dinas Pemudan dan Olahraga (Dispora) serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor.

“Fasilitas sudah rusak dari kualitas, memang tidak disengaja, sebagai Camat saya juga tersinggung, mari kita selesaikan ini dengan kepala dingin, hari ini kita bersurat ke kadispora dan DPKPP,” ujarnya.

Ditengah ujaran yang berbau rasisme, Santoso percaya kepada Warga Jasinga taat akan Hukum, juga mengakui Daerah Jasinga adalah Kecamatan paling tua, sehingga Masyarakatnya lebih memahami budaya lebih dulu.

“Soal waktu kita tunggu dari Kabupaten, kami inginkan secepatnya, saya sepakat bahwa masyarakat jasinga ini warga taat hukum, jasinga kecamatan paling tua, jadi budaya lebih dulu difahami oleh masyarakat,” ucapnya.

Santoso berharap Oknum yang mengucapkan kalimat ‘Masyarakat Jasinga Primitif’ agar datang secara langsung kepada Masyarakat Jasinga.

“Saya percaya dengan budaya yang tinggi, lebih mengedepankan rasa kebersamaan, nanti saya jalin komunikasi dengan dinas terkait, kita harap yang bersangkutan datang secara langsung, karena itu sangat elok,” katanya.

Sementara itu, H. Rahmat yang merupakan Warga Asli Jasinga, menjamin akan keselamatan Oknum jika datang langsung untuk menjelaskan tujuannya mengucapkan ‘Warga Jasinga Primitif’.

“Kita jamin dia tidak akan diapa-apain, datang kesini kejasinga, jelaskan apa maksud ucapannya dihadapan masyarakat jasinga, kita taat hukum kok, jika diperlukan kita akan tempuh jalur hukum, karena kita orang beradab, bukan seperti yang dia ucapkan kemarin, datang aja,” tegasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini