BogorPolitan – Nanggung,
Munculnya asap di area tambang PT Aneka Tambang (Antam), Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Rabu (14/1/26), mendapatkan perhatian khusus bagi masyarakat maupun Forkopimda Kabupaten Bogor.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto yang melakukan penyidikan, melalui Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, berikan keterangan kepada BogorPolitan.com di Kantor Antam Nanggung, Jumat 16/01/2026.
AKP Usup menerangkan, kegiatan tadi dari Dirkrimsus dan Puslabfor Mabes Polri juga Kapolres Bogor beserta PT. Antam melakukan pengecekan yang terdampak CO2 di Antam.
“Untuk sementara belum dilakukan evakuasi korban, karena kami melakukan pengecekan di level 600 dan kadar CO2 nya masih di 200 PPM. Jadi kondisinya belum aman,” ungkapnya.
Polres Bogor akan membuat Posko Siaga Pengaduan di Polsek Nanggung, Polsek Cigudeg dan Polsek Leuwiliang untuk pendataan terhadap warga masyarakat yang merasa kehilangan sanak saudaranya yang diduga meninggal didalam lubang.
“Untuk update jumlah korban, kami masih belum menerima adanya laporan dari pihak keluarga dan kami bisa masuk kedalam lubang dengan minimal kadar CO2 25 PPM,” jelasnya.
Sementara itu ditempat yang sama, Java Region CSR & ER Sub. Division Head, Agustinus Toko Susetio menjelaskan, bersama APH kami telah masuk ketitik dalam yang diduga menjadi sumber asap sejauh 150 M dari titik awal.
“Sejauh ini kami (PT Antam Pongkor) mendapatkan informasi adanya warga yang terjebak di area tambang mereka yang bukan area tambang Antam, yang infonya menuju tempat korban bisa dijangkau dari area lubang tambang Antam, namun masih belum bisa dijangkau karena masih tebalnya asap,” ujarnya.
Agustinus mengaku, atas dasar kemanusiaan, akan membantu melakukan evakuasi tanpa melihat status PETI (Penambang Emas Tanpa Izin).
“Dari informasi awal yang beredar ada 6 orang dari Desa Urug, Kecamatan Sukajaya dan kami telah berkoordinasi dengan masyarakat Desa Urug agar proses evakuasi bisa berjalan dengan lancar dan cepat,” katanya.
Dirinya belum bisa memastikan penyebab timbulnya asap, karena untuk memastikan harus masuk kedalam lubang yang menyebabkan asap namun kemungkinan besar dari terbakarnya kayu dari penyangga batuan.
“Pihak Antam belum bisa menyimpulkan penyebab asap yang menimbulkan korban di lubang PETI dan kami masih menunggu penyelidikan dari pihak APH,” tukasnya. (And)






