Bogorpolitan : Ciomas,
Laporan : Dharmawan ||
Sudah menjadi agenda tahunan, diakhir tahun pelajaran sekolah-sekolah mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA biasanya melakukan acara perpisahan atau pelepasan siswa kelas akhir.
Dimasa Pandemi Covid 19 Perpisahan dilaksanakan secara Virtual namun ditahun 2022 dimasa Pandemi mulai melandai dan sesuai dengan aturan PPKM acara pelepasan siswa dapat dilaksanakan dengan tatap muka namun dengan tetap menerapkan aturan protokoler yang berlaku.

Acara Pelepasan Siswa istilah dalam Bahasa Sunda “Paturay Tineung” biasanya dilakukan dengan Upacara Adat Sunda Ki Lengser.
Selain sebagai tanda telah berakhirnya masa belajar kelas 9 (SMP) di sekolah, Pelepasan atau Perpisahan Siswa dengan Upacara Adat Sunda Ki Lengser ini juga sebagai bentuk Pelestarian Warisan Budaya Lokal.
Sebagaimana SMPN 2 Ciomas melaksanakan Acara Perpisahan Kelas 9 yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna Zam Zam Tirta Jl. Sukamaju Ciapus Kreteg No. 2A Desa Pagelaran Ciomas Kabupaten Bogor pada Kamis (2/6).
Ketua Panitia Acara Perpisahan Ridwan M.Pd, kepada Bogorpolitan.com menjelaskan Lulusan Angkatan ke 14 ini adalah angkatan yang agak istimewa karena setelah Covid 19 bisa melaksanakan PTM kemudian juga Acara Pelepasan Kelas 9 di Angkatan 14 ini juga bisa kita laksanakan, dan sebagaimana arahan tetap menerapkan Prokes dan aturan PPKM.
“Kami mengundang seluruh siswa kelas 9 yang akan kita lepas, namun untuk orangtua siswa hanya perwakilan orangtua siswa dari setiap kelas, karena kapasitas gedung juga aturan PPKM masih 75 Persen,” terang Ridwan.
Tahun Ajaran 2021-2022 SMPN 2 Ciomas melepas 212 orang siswa-siswi kelas 9 yang terdiri dari 6 kelas sebagai Angkatan ke 14 dengan Upacara Adat Sunda berlangsung semarak, khidmat dan penuh suasana haru.
Acara dibuka dengan lagu dan iringan gamelan sunda, dengan memohon izin kepada seluruh hadirin untuk memulai acara seorang punggawa pembawa payung sambil menarikan gerakan indah memainkan payung yang digunakan untuk memayungi perwakilan siswa yang akan dilepas.
Pembawa umbul-umbul terdiri dari orang punggawa dan diiringi putri penari mengiringi prosesi upacara adat pelepasan atau Paturay Tineung kemudian datanglah Ki Lengser.
Ki Lengser menyambut dan membawa perwakilan siswa (Raja dan Ratu sebagai siswa lulusan terbaik) yang akan dilepas oleh Kepala SMPN 2 Ciomas untuk dikembalikan kepada orangtua.
Kemudian dilanjut dengan pemberian penghargaan piagam kepada 18 siswa-siswi berprestasi serta penghargaan dan tanda mata kenang-kenangan kepada para wali kelas 9 juga pengalungan medali kelulusan serta dimeriahkan dengan berbagai penampilan hiburan dari siswa-siswi SMPN 2 Ciomas.
Ajeng Nurfadilah siswi kelas 9.3 siswa terbaik dan sebagai Ratu, sementara sebagai Raja terpilih Hafid Alif Fernando siswa kelas 9.4
“Acara dibagi menjadi 2 sesi yaitu sesi formal dan sesi hiburan. Sesi Formal yaitu pembukaan upacara adat sebagai simbolis kegiatan pelepasan siswa kelas 12 SMPN 2 Ciomas untuk dikembalikan kepada orangtuanya, kemudian sesi hiburan yakni menampilkan kreasi seni dan bakat para siswa seperti drama dance, nyanyi solo, duet, paduan suara, baca puisi juga hadroh,” ucap Ridwan
Tiga tahun yang lalu mereka diterima di SMPN 2.Ciomas, tiga tahun sudah melaksanakan pendidikan dan proses pembelajaran, tidak terasa sampailah pada detik-detik perpisahan ini.
“Sebagaimana Tema dalam Acara Perpisahan “Raih Cita-cita Songsong Masa Depan Gemilang Menjadi Generasi Cendikia”, jadi berharap apa yang diperoleh mereka selama menjalani pendidikan bisa mereka lanjutkan dan aplikasikan, dan Alumni Angkatan ke 14 ini lebih baik dikemudian hari, menjadi orang terbaik dan dapat menggapai cita-cita,” papar Ridwan.
Terpenting, mereka bisa melanjutkan sekolah kejenjang lebih tinggi, bisa meningkatkan kompetensi agar kelak mereka bisa bermanfaat dimasyarakat, pungkasnya.






