Bogorpolitan.com || Kab.Bogor
Perhimpunan Pejuang dan Pembela Korban Mafia Hukum dan Ketidakadilan (Perkomhan) Bogor Raya mengapresiasi langkah tegas Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, dalam menutup dan membongkar kawasan wisata yang diduga melanggar aturan lingkungan.
Salah satu yang disorot adalah Taman Rekreasi Hibisc Fantasy, yang dibangun di atas lahan seluas 15.000 meter persegi di kawasan Puncak Cisarua, Kabupaten Bogor.
Ketua Perkomhan Bogor Raya, Asep Mulyadi, menyatakan bahwa tindakan gubernur yang tidak pandang bulu dalam menertibkan area wisata ilegal—meski dikelola oleh BUMD Provinsi Jawa Barat—adalah langkah berani yang harus didukung penuh.
“Kami sangat mengapresiasi Gubernur Jabar yang berani menutup dan membongkar kawasan wisata ilegal ini, meskipun dikelola oleh BUMD milik provinsi. Kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan harus segera dihentikan,” kata Asep Mulyadi.
Menurut Asep, bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi pada Selasa (5/3) di kawasan Puncak Cisarua bukanlah kejadian yang tiba-tiba.
Ia menuding adanya praktik mafia hukum yang memungkinkan alih fungsi lahan hutan lindung dan perkebunan teh menjadi area komersial.
“Izin awal kawasan ini untuk hutan lindung dan perkebunan teh, tetapi kemudian dialihkan menjadi bangunan permanen. Ini jelas pelanggaran besar yang melibatkan oknum-oknum tertentu,” ujarnya.
Asep juga mendesak agar aparat penegak hukum mengusut tuntas siapa saja yang terlibat dalam penyalahgunaan izin tersebut.
“Tentunya kami berharap pihak yang terlibat dalam pengalihan fungsi hutan dan perkebunan ini segera diproses hukum,” tegasnya.
Bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi di Cisarua Puncak pada Selasa (5/3) menelan korban jiwa dan merusak harta benda warga.
Banyak pihak menilai bahwa kejadian ini merupakan dampak langsung dari alih fungsi lahan yang tidak terkendali.
“Kalau saja fungsi pengawasan dijalankan dengan baik dan benar, tentunya tidak akan terjadi kerugian sebesar ini. Pemilik bangunan wisata tidak akan kehilangan investasinya, dan warga Cisarua tidak perlu menjadi korban bencana ini,” katanya.
Gubernur Jabar Turun Langsung, Taman Hibisc Fantasy Ditutup
Peristiwa bencana ini memicu reaksi keras dari Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi.
Pada Kamis (6/3), ia langsung turun ke lokasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, serta Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisal Nurofiq.
Dalam kunjungannya, Kang Dedi memutuskan untuk menutup Taman Rekreasi Hibisc Fantasy yang dikelola oleh PT Jaswita, BUMD Provinsi Jabar.
Tidak hanya menutup, Kang Dedi juga meminta Pemerintah Kabupaten Bogor untuk membongkar seluruh bangunan di area tersebut.
Kasus ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk menata kembali pengelolaan kawasan Puncak Cisarua.
Jika alih fungsi lahan terus dibiarkan tanpa pengawasan ketat, bencana serupa bisa kembali terjadi.
Kini, masyarakat menanti apakah ada langkah hukum terhadap pihak yang terlibat atau kasus ini hanya akan berlalu begitu saja.






