BogorPolitan : Tenjolaya
Laporan : Dharmawan,
Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 25 November, SMAN 1 Tenjolaya Kabupaten Bogor menyelenggarakan Seminar Hari Guru Nasional dengan mengambil tema “Membangun Guru Profesional Pasca Pandemi & Dimasa Milenial”.
Acara Seminar Hari Guru Nasional diselenggarakan dalam rangka Meningkatkan Profesionalisme Guru, dilaksanakan di Aula SMAN 1 Tenjolaya, Kamis (2/1/2021)

Hadir dalam acara tersebut Kepala SMAN 1 Tenjolaya, Koryandik, Kasi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Tenjolaya, Ketua PGRI Tenjolaya, Pengawas SMA, Komite SMAN 1 Tenjolaya, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tenjolaya serta para Kepala sekolah SMP/SMA/SMK Swasta se Kecamatan Tenjolaya.
Diawal sambutannya Kepala SMAN 1 Tenjolaya H. Elan Suherlan S.I.P., M.H. memperkenalkan sekolah yang dipimpinnya dengan nama SMANESTA SARUPI singkatan dari SMA Negeri 1 Tenjolaya (SMANESTA), Syukur Atikan Rea Upaya Prestasi (SARUPI).
SMAN 1 Tenjolaya juga disebut dengan Kampus Orange Visioner karena didominasi warna cat oranye, SMAN 1 Tenjolaya mempunyai Visi sebagaimana tujuan lembaga ini yaitu meluluskan siswa yang cerdas, kreatif, inovatif dan berprestasi untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
“Insya Allah kami akan mendongkrak IPK Kecamatan Tenjolaya melalui SMA ini karena SMAN 1 Tenjolaya satu satunya SMA Negeri di Kecamatan Tenjolaya,” ucap Elan.
Elan juga menambahkan SMAN 1 Tenjolaya juga ia namakan Kampus Pengamal Pancasila yang murni dan konsekuen. “Karena Pancasila di negara kita sebagai dasar negara, ideologi negara, sebagai Rule Of Thinking, Side Of Mine. “Pancasila sudah mengkristal untuk mencapai negara yang adil dan makmur,” ucapnya.
Selanjutnya ia mengatakan dirinya sengaja mengadakan Seminar dalam rangka Membangun Profesionalisme Guru Pasca Pandemi dan Dimasa Milenial.
Kami mengundang kurang lebih 60 orang para Kepala Sekolah SMP/SMA/SMK Swasta se Kecamatan Tenjolaya juga diikuti sekitar 40 orang keluarga besar SMAN 1 Tenjolaya, Insya Allah ruangan ini mencukupi dalam pelaksanaan Seminar Guru Nasional ini.
Dalam kesempatan memperingati Hari Guru ini Elan mengusulkan untuk mencabut kata “Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” dan mengganti menjadi “Guru adalah Pejuang Pendidikan Terdepan dan Tanda Jasa” jadi ada tanda jasanya.”Guru itu sudah jelas menjadi Pejuang Pendidikan Terdepan”.
“Saya katakan Guru memang bukan orang luar biasa, tetapi banyak orang yang menjadi luar biasa karena guru, Guru bukan Pejabat Tinggi tapi banyak yang menjadi penjabat tinggi karena guru,” tegasnya.
Oleh karenanya saya berharap dengan seminar ini bisa dapat meningkatkan Profesionalisme meningkatkan Kompetensi Guru oleh karenanya mohon arahan dan bimbingan dari Narasumber Dr. Dudung Narullah Kosmara M.Pd, yang juga selaku Dewan Pembina PGRI dan Kepala SMAN 1 Parung Panjang.
“Mudah-mudahan kita tertular ilmu dari beliau dan menjadi seorang guru yang cerdas inovatif dan kreatif,” ucap Elan.
Sementara Kasi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Tenjolaya Ade menyampaikan terkait Vaksinasi Pelajar di Wilayah Kecamatan Tenjolaya yang sudah menyelesaikan Vaksinasi Pelajar Dosis 1 dan Dosis 2.
“Pada para kepala sekolah SMP/SMA/SMK di wilayah Kecamatan Tenjolaya terimakasih telah membantu Program Vaksinasi Pelajar dan telah selesai untuk Dosis 1 dan 2, dari hasil Rakor dengan Bupati dan Gugus Tugas Covid 19 kemaren, Kecamatan yang telah menyelesaikan Vaksinasi pelajar Dosis 1 dan 2 di Kabupaten Bogor hanya Kecamatan Tenjolaya dan Rakor terakhir tanggal 30/11 Kecamatan Tenjolaya sudah menyentuh angka 73 persen kecamatan tertinggi di Kabupaten Bogor mengejar target vaksin yang dicanangkan Bupati Bogor per kecamatan minim 70 persen, Kecamatan Tenjolaya Bonus 3 persen,” paparnya.
Ade menginformasikan bahwa sampai dengan Desember masih terus melalukan Vaksinasi walaupun skalanya tidak besar jadi tidak berhenti sebelum tanggal 30 Desember dinyatakan Vaksinasi Massal Gratis ditutup karena dibulan Januari 2022 sudah berbayar.
“Kami tidak segan untuk terus menyampaikan kepada warga untuk divaksin mumpung gratis, karena Januari 2022 sudah bayar, jadi kami terus wawar kewarga,” jelasnya.
Semoga Seminar ini memperkuat keprofesionalan guru karena Guru jugalah penentu dalam membangun generasi terbaik di masa kini dan yang akan datang. Guru adalah sosok manusia yang dipandang sebagai manusia yang berilmu dan juga manusia yang berakhlak mulia.
Dr. Dudung Narullah Kosmara M.Pd., selaku Narasumber memaparkan terkait dari subtansi Membangun Guru Profesional Pasca Pandemi di masa Milenial.
Dalam paparannya Dudung Narullah Komarudin (DNK) mengatakan kita harus menjadi guru yang benar-benar serius, mampu beradaptasi dan mampu menaklukan tantangan terutama ketika kemarin gagap dan kesulitan menjadi guru disaat wabah menyerang kita.
“Jadi Guru Pasca Pandemi tentu tidak sama pengorbanan layanan dengan guru-guru sebelumnya, mungkin yang namanya digitalisasi sekolah pendekatannya kepada anak didik lebih humanis, lebih kontekstual dan lebih mempribadi itu jauh lebih penting lagi,” urainya.
Proses pembelajaran tidak terlalu klasikal banget “ngajar budak diluar kelasteh tong dipukul rata (ngajar anak diluar kelas itu jangan dipukul rata) jadi ngajar lebih kepada sentuhan personal itu terkait kompetensi Pedagogik harus mengenal karateristik anak didik,” ujar DNK
Anak siapa, kampungnya dimana, bagaimana budaya kampungnya, bagaimana ekonominya, bagaimana ibu bapaknya dan bagaimana bagaimana lainnya dan seterusnya, sehingga bahasa dan gaya kita pada anak didik tentu disesuaikan dengan keinginan anak didik, itulah yang disebut dengan menghamba pada anak didik atau “Student Center”, sambungnya.
Jadi, kata DNK Kita menjadi guru berdasar keinginan anak tentu kita yang punya visi dan misi sebagai pendidik tapi kesiapan potensi dan in potensi anak.
Menjadi guru adalah profesi yang paling mulia dimuka bumi ini. Seorang ulama mengatakan satu pekerjaan yang paling mulia dimuka bumi ini adalah pekerjaan dakwah, dakwah identik dengan pekerjaan guru. Pekerjaan dakwah ini diambil para nabi jadi pekerjaan adalah dakwah para nabi. Dan Nabi di era milenial itu terpecah, terseplit kedalam wujud guru-guru TK, SD, SMP, SMA jadi kita ini adalah nabi-nabi kecil, kita ini pelanjut dari spirit kenabian.
“Kalau kita baca jejak sejarah Nabi Muhammad sendiri menyatakan bahwa dirinya diutus kemuka bumi sebagai guru. Jadi Profesi guru ini sangat strategis jadi jangan main-main jangan seenaknya menjadi guru dalam melayani anak didik harua bertanggung jawabkan,” tuturnya.
Presiden RI saat Haru Guru Nasional tampil kedepan dan membungkukkan badan menghormati guru karena profesi guru adalah profesi yang paling mulia.
Seminar berlangsung dengan lancar dan berjalan dengan menerapkan Prokes, usia seminar keluarga besar SMAN 1 Tenjolaya mengadakan berbagai lomba sebagai rangkaian dalam memperingati Hari Guru Nasional.






