Bogorpolitan – Cibungbulang,
Laporan : M. Ilyas ||
Pertenakan kambing Program Ketahanan Pangan yang bersumber dari dua puluh (20) persen anggaran Dana Desa (DD) Situudik Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor, mati diduga terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Alokasi anggaran 20 persen dari Dana Desa Situudik yang di gunakan untuk Ketahanan Pangan senilai Rp. 331.442.000,- (Tiga Ratus Tiga Puluh Satu Juta Empat Ratus Empat Puluh Dua Ribu Rupiah) semua diperuntukkan bagi Peternakan Kambing.
Menurut Jayanul Iman, Rabu 28/12/2022 sesaat setelah mengikuti rapat RKPDes Situudik di Aula Desa, lebih dari delapan ekor kambing yang mati diduga PMK, lokasinya berada di Rukun Warga (RW) 01, 02, 03, 08 dan 08.
Dirinya mengaku, ketika ada persoalan itu langsung datang ke Dokter Hewan dan dua kali kesana, walaupun yang datang hanya asisstennya. Setiap ada gejala sakit, cepat menghubunginya sebab ini amanah.
“Untuk kambing yang mati lokasinya berada di RW 01 1 ekor, RW 02 3 ekor, RW 03 2 ekor, RW 04 4 ekor. Termasuk di RW 08 dan 09 juga ada yang mati dan itu tidak diganti,” terangnya.
Lebih lanjut, ketika ditanya terkait surat kesehatan dari Dokter Hewan, sebagai bukti binatang ternak yang akan dipelihara sehat, Jayanul Iman menyatakan tidak ada.
“Setahu saya tidak ada surat keterangan dari Dokter Hewan, penyedia atau tengkulaknya kurang profesional, untuk dana ketahanan pangan Rp. 321.000.000,-. Per kelompok peternak mendapatkan sepuluh ekor kambing betina,” terangnya.
Dalam keterangannya, Jayanul Iman merinci jumlah perkiraan harga yang diterima oleh sebelas Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Peternakan Kambing dari Program Ketahanan Pangan bersumber dari anggaran DD tahun 2022.
“Realisasinya 1kelompok 10 ekor kambing betina, perekornya sembilan ratus ribu dan 2 ekor jantan harga perekornya Rp. 1.450.000,-. Pembuatan Kadang Rp. 4.500.000,- dikali 11 kelompok,” ujarnya.
Sementara Kepala Desa Situudik Mamat Sudin, belum bisa di konfirmasi lebih lanjut tentang adanya dugaan PMK, menyerang ternak Program Ketahanan Pangan karena kesibukannya.
Ditempat yang sama, Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) Mawar, yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN)di Wilayah Desa Situudik menuturkan, agar hewan tidak terkena PMK harus dilakukan pencegahan.
“Pertama itu yang paling penting pencegahannya, dengan vaksinasi dan saya dengar juga Pemerintah sudah melaksanakan itu, selanjutnya karantina. Dengan memisahkan hewan supaya tidak terinfeksi kepada hewan lainnya,” katanya.
Sebelumnya dikatakan Sekretaris Desa (Sekdes) Mista, melalui aplikasi perpesanannya menyatakan, dana program ketahanan pangan Desa Situudik sebesar Rp. 331.442.000,-.
“Semuanya dialokasikan untuk perternakan Domba dengan sistem nergulir, soal ketahanan pangan Desa Situudik sudah clear, kmanggarannya 331.442.000 Rupiah. Untuk KPMnya masih disusun, pembagiannya perkelompok pokmas di tiap RW dengan sistem bergulir dan itu bukan penggemukan,” tulisnya.
selain itu dalam tulisannya Mista menyebutkan, setelah Musyawarah Desa (Musdes) dilakukan selanjutnya Kepala Desa akan membuatkan Surat Keputusan (SK) bagi Ketua Kelompok.
“Kalau musdesnya sudah, tinggal para Ketua RW menyusun anggota kelompoknya untuk di SK-kan oleh Pa Kades,” katanya.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi melalui aplikasi perpesanan, Kepala Unit Pelayanan Tehnik (Ka.UPT) Kesehatan Hewan, Alfan berjanji akan turun ke lokasi Desa Situudik.
“Makasih informasinya, kami mau koordinasi dengan Desa dulu terkait hal ini dan mau turun ke lapangan untuk mencari informasi pendukung, In Sha Allah besok nanti saya infokan lagi,” tulisnya.






