Bogorpolitan.com || Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Megamendung, Kabupaten Bogor, menggelar razia gabungan untuk membersihkan joki, pak ogah, dan calo yang kerap beraksi di kawasan Puncak.
Dilansir dari Akun Facebook Metro bogor, Razia yang dilakukan pada Kamis pagi ini menyasar sejumlah persimpangan jalan utama dan jalur alternatif yang sering menjadi titik aktivitas tersebut.
Dalam operasi tersebut, aparat menemukan sejumlah anak di bawah umur yang bertindak sebagai calo dengan meminta uang kepada pengendara menggunakan kardus.
Mereka diberikan imbauan untuk segera pulang ke rumah tanpa penindakan lebih lanjut.
“Kami fokus pada penertiban dan pembinaan. Anak-anak ini belum sepenuhnya memahami risiko yang mereka hadapi, sehingga pendekatan kami lebih bersifat persuasif,” ujar Kapolsek Megamendung AKP Dedi Hermawan.
Dalam Rajia itu, sebanyak 15 orang yang diamankan dalam razia ini dikumpulkan di Aula Kecamatan Megamendung untuk menjalani pembinaan.
Camat Megamendung Ridwan menegaskan, aksi joki, pak ogah, dan calo di kawasan Puncak harus dihentikan karena mengganggu ketertiban lalu lintas dan membahayakan keselamatan para pelaku.
“Setelah kami berikan pembinaan, mereka diingatkan agar tidak mengulangi tindakan serupa. Kami juga akan terus memantau wilayah untuk memastikan tidak ada lagi praktik seperti ini,” katanya.
Razia ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Muspika Megamendung untuk menciptakan kawasan Puncak yang lebih aman dan nyaman bagi wisatawan serta pengguna jalan.
Dengan meningkatnya arus kendaraan di musim liburan, operasi ini diharapkan dapat meminimalkan gangguan di jalan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ketertiban.
Ke depan, Muspika Megamendung berencana untuk menggencarkan operasi serupa guna memastikan kawasan Puncak bebas dari aktivitas ilegal yang meresahkan masyarakat.***






