BogorPolitan – Cibungbulang,
Laporan : M. Ilyas (Ipay) ||
Ketua Umum Lembaga Anti Korupsi Indonesia Pejuang 45 (LAKI-P 45) Zaenal Arifin atau Joy, bersama Dewan Pengurus Kecamatan (DPK), mendukung Masyarakat Rumpin, menolak rencana pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Rumpin.

“Ketua Laki P 45 di Kabupaten Bogor, mendukung DPK dan masyarakat Rumpin, untuk menyuarakan itu, kami dari DPC mendampinginya dengan menolak tempat pembuangan sampah di Rumpin,” ujar Joy, di Kantor DPK Cibungbulang, Senin, 14/02/2022.
Menurut Joy. “Dengan alasan yang lebih krusial saya secara pribadi mengamini teman teman disana yang berasal dari masyarakat, mahasiswa Rumpin dan dpk bahwa PKS yang dibuat tahun 2020 – 2022,banyak program pembangunan belum terealisasi penuh, namun ini sudah membuat lagi kantong pembuangan,” katanya.
Joy meminta Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor, semestinya lebih focus kepada apa yang telah di Programkan lebih awal.
“Menurut hemat saya, harus disubkan kepada hal yang sudah di programkan, tentang program PKS yang kedua Pemerintahan ini buat antara Kabupaten dan Kota Bogor terkait TPAS Galuga, yang saat ini masih carut marut tentang pengelolaannya, untuk pembuangan yang disana, saya minta distop aja dulu, selagi program pekerjaan yang sudah dibuat dari pemerintahan Kabupaten dan Kota terkait persoalan Galuga agar diselesaikan dengan baik,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Joy menawarkan solusi dalam menangani persoalan Sampah saat ini.
“Sebetulnya banyak solusi yang ditempuh, hanya saja bagimana mereka bisa bersinergi dengan kami, untuk memfasilitasi dengan apa yang kami miliki kreativitas atau ide dan gagasan yang dibutuhkan,
Contohnya kalau. misalkan itu sudah ada minimal mereka bisa menganggarkan untuk setiap kecamatan bisaembuat satu tempat sampah yang bisa diolah yang sifatnya modern,” urainya.
Sebelumnya ada kekecewaan Masyarakat Rumpin dengan menggelar aksi damai di Kantor Bupati Bogor beberapa waktu lalu, yang diikuti oleh puluhan masyarakt Rumpin, Kamis (3/2/22).
“Padahal hari ini kami sangat berharap jauh-jauh dari Rumpin bisa bertemu langsung dengan Bupati. Setidaknya walaupun sebentar saja. Ini malah tidak sama sekali. Sepertinya suara kami memang benar-benar tidak di dengar.” Ungkap wildan, melalui pesan tertulisnya yang disampaikan Fat salah satu Warga Rumpin kepada BogorPolitan.com.





