BogorPolitan – Leuwiliang
Laporan : M. Ilyas
Ketua Forum Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM), Kecamatan Leuwiliang, Betty Nurbaeti, akui tidak punya data yang Valid mengenai jumlah sesungguhnya pasca keluarnya bantuan Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM), tahun 2021.
Sementara menurut catatan Betty, hanya sekitar 300 UMKM yang aktif dengan memiliki usaha, namun banyak yang mengaku-aku ketika adanya Program BPUM di cairkan.
“Sekitaran tiga ratusan yang memiliki usaha, karena kemarin saat belum bergulir itu banyak juga yang mengaku-aku umkm, dan untuk laporan saja kepada kami itu sulit, jadi mereka mengaku UMKM pada saat BPUM bergulir,” katanya di Aula Kecamatan Leuwiliang, disela Acara Musrembang Selasa, 25/01/2022.
Padahal Betty berharap, jika masyarakat penerima BPUM melaporkannya ke Forum itu bisa dimasukkan kedalam Program Pemerintah lanjutan
“Tapi kemudian setelah kami minta data, apakah mereka dapat atau tidak, tidak ada yang laporan ke kami, padahal dengan mereka melaporkannya, nanti jika Pemerintah ada program lanjutan, bagi teman-teman yang belum mendapatkan bantuan lainnya kan bisa dibantu,” terangnya.
Dengan keadaan seperti itu, Betty belum bisa menjawab berapa jumlah pastinya UMKM aktif di Kecamatan Leuwiliang.
“Tapi kemarin tentang euphorianya hingga saat ini belum ada laporan apa-apa, makanya kalau ada permintaan data dan sebagainya dari entah Kecamatan atau Kabupaten tentang UKM, saya selalu sampaikan tidak ada yang lapor pak, jadi kami tidak punya data, berapa persen sih yang dapat ataupun belum BPUM di Kecamatan Leuwiliang, itu jadi masalah sebetulnya,” ucapnya.






