BogorPolitan – Ciampea,
Polemik Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cibadak ditempuh melalui mekanisme yang dilakukan oleh calon nomor 1, 2, 4, dan 5 ditanggapi serius Ketua Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Ciampea Ahmad Yani, Senin, 04/12/2020, diruang kerjanya.
“Pilkades yang dilaksanakan pada tanggal 20 Desember, panitia itu sudah semaksimal tapi jika ada dari salah satu kanidat yang kurang puas dalam pelaksanaannya silahkan saja tempuh menurut jalaur hukum aja kalau menurut saya,” jelasnya.
Ketua Apdesipun berharap agar kejadian Pilkades Cibadak dijadikan pengalaman yang berharga dengan mengakui dirinya belum berkoordinasi dengan pihak Kecamatan.
“Hasil dari pertemuan kemarin saya belum tahu, kalau memang kemarin banyak kegiatan, nanti saya kordinasi dulu ke Kecamatan, hasilnya bagai mana yang penting pelaksaan Pilkades kali ini jadikan sebagai pengalaman, untuk kedepan Pilkades itu tidak jadi seperti itu intinya harus Jurdil aja,” ungkapnya.
Ketika disinggung soal temuan money politik Ahmad Yani berkilah bahwa itu hanya sebatas loyalitas yang diberikan calon.
“Umumnya itu yang dilihat loyalitas saja, money politik itu memang secara aturan di larang, kalau memang penasaran tidak harus anarkis, tentu ada aturannya yang kurang puas dari hasil pemilihan bisa lanjut kepengadilan,” urainya.
Panitia Pilkades mendapat pendampingan hukum dari Kabupaten, lanjut Ahmad Yani.
“Panitia pasti mendapatkan bantuan dari segi Hukum kemungkinan dari Kabupaten, karena Kabupaten dan Kecamatan juga tidak berharap seperti ini, syukur-syukur sampai di Kecamatan musyawarah sudah beres, tidak lanjut kepada pengadilan,
Ia pun berharap atas kejadian ini bisa dijadikan satu Pedoman dan pengalaman untuk Pilkades kedepan agar Para Kandidat yang mencalonkan dan Masyarakat merasa puas atas hasil Pilkades tersebut,” pungkasnya. (IPAY).






