Laporan : Eka Rufa ||
Bogorpolitan.com – Cianjur,
Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN Nyalindung 1, Desa Nyalindung, Kecamatan Cugenang, kembali menjadi sorotan publik. Setelah ramai diperbincangkan di media, kini sekolah tersebut kembali didatangi oleh puluhan orang tua murid, Kamis (23/10/2025).
Kedatangan mereka bertujuan untuk melakukan pencairan dana bantuan PIP yang sebelumnya sempat tertunda sejak tahun 2017 hingga kini. Namun, di tengah proses pencairan itu, sejumlah orang tua siswa mengaku kecewa karena menerima dana tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya diterima.
Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya menuturkan, dirinya hanya menerima dana sebesar Rp.470.000, padahal di dalam buku rekening tercatat nominal bantuan sejak tahun 2017.
“Saya kaget, karena dana yang saya terima jauh lebih kecil. Katanya ada potongan aspirasi sebesar Rp200.000. Saya tidak tahu-menahu soal potongan itu, apalagi tidak pernah ada kesepakatan dengan kami sebagai orang tua,” ujarnya dengan nada kecewa.
Menanggapi hal tersebut, Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Arifin, menyatakan pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap dugaan penyimpangan dana bantuan tersebut.
“Kami akan segera memanggil pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penyaluran PIP di SDN Nyalindung 1. Jika terbukti ada pelanggaran, akan diberikan sanksi sesuai aturan kepegawaian dan disiplin ASN,” tegas Arifin.
Ia juga menambahkan bahwa kasus ini akan diteruskan kepada Inspektorat Kabupaten Cianjur untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan, guna memastikan penyaluran dana bantuan berjalan sesuai prosedur.
Kasus dugaan pemotongan dana PIP ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Kabupaten Cianjur. Program yang seharusnya membantu siswa dari keluarga kurang mampu justru dinodai oleh praktik yang mencederai nilai kejujuran dan tanggung jawab.
“Apabila ditemukan unsur pidana, kami persilakan para wali murid yang dirugikan untuk melapor kepada pihak berwenang agar ada efek jera bagi oknum yang bermain-main dengan dana pendidikan,” ujarnya.






