Bogorpolitan – Nanggung,
Laporan : M. Ilyas ||
Perusahaan PT. Aneka Tambang (Antam) Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor, memfasilitasi kunjungan Study Tiru (Banding) sebelas Kepala Desa (Kades) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta Forum Komunikasi Kecamatan (Forkopimcam) Nanggung, Kabupaten Bogor, ke Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur (Jatim)
Tujuan rombongan menuju Desa Pujon Kidul, selain untuk meningkatkan harmonisasi Pemerintah Desa, juga untuk memperdalam pemahaman tentang penggalian potensinya.

Hal ini seperti yang diuraikan oleh Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Nanggung, Jani Nurjaman, dikediamannya, Minggu 22/01/2023.
“Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan harmonisasi Pemerintahan Desa dan memperdalam pemahaman tentang menggali potensi Desa,” jelasnya.
Jani yang juga Kepala Desa Kalong liud membeberkan, Study Tiru ini untuk kemajuan Desa kedepan, terutama disektor peningkatan Ekonomi.
Jani Nurjaman berserta rombongan di Desa Pujon Kidul selama 5 Hari, mulai dari Selasa hingga Sabtu (17 – 22 Januari 2023 yang di Fasilitasi oleh PT. Antam Tbk UBPE Pongkor.
“Kegiatan Study Tiru di Desa Pujon Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur ini kita beri tema, strategi memanfaatkan dan meningkatkan potensi desa menuju Desa Mandiri’,” katanya.
Dengan adanya Study Tiru, Jani Nurjaman ingin memastikan secara langsung Desa Pujon dalam pengelolaan Dana Desa (DD) sehingga mendapatkan Penghasilan Asli Desa (PADesa) mencapai 2,4 Milyar Rupiah per-tahunnya.
“Study tiru ini yang lebih utama melihat dari dekat, pengelolaan Desa Wisata Pujon Kidul Kabupaten Malang, salah satunya pengelolaan Dana Desa, potensi wisata dan manajemen Bumdesnya. Dimana Desa ini sudah mampu menghasilkan PAD sampai Rp. 2,4 Milyar/Tahun, dengan teknis pengelolaannya oleh Bumdes,” tegasnya.
Jadi, lanjut Jani Nurjaman, dari hasil studi tiru ini, ketika kami pulang maka kami bisa mengelola potensi alam yang ada, sehingga kami dapat mengimplementasikan apa yg kami lihat dan kami dengar. Agar kami dapat menjadikan Desa lebih maju untuk kesejahteraan masyarakat.
Terkait sosialisasi transparansi CSR Antam, pihak Pemdes sedari awal telah mengundang seluruh elemen Desa termasuk Organisasi Kepemudaan, Kelompok Tani, para Kepala Sekolah dan yang lainnya, untuk bermusyawarah dalam Musrenbang Desa.
“Dari Musrenbang Desa inilah, usulan yang tidak bisa dicover Pemerintah Daerah, akan dibawa ke Musrenbang Kecamatan untuk diusulkan pada CSR Antam,” bebernya.
Dalam kesempatan yang sama, melalui Gold Mining Corporate Social Responsibility (CSR)
Specialist PT. Antam Pongkor (Tbk) Rohyan mengatakan, kegiatan Study Tiru yang dilakukan sebagai bentuk komitmen Perusahaan yang sebelumnya diusulkan melalui Muspemasdes (Musyawarah Pemberdayaan Masyarakat Desa).
“Antam selalu berkomitmen untuk mewujudkan apa yang diusulkan Muspika, para Kepala Desa dan UPT melalui program Muspemasdes,” ujarnya.
Antam sendiri, Rohyan menjelaskan, untuk tahun kemarin telah mengeluarkan 2,8 Milyar untuk keperluan CSR di Kecamatan Nanggung.
“Melalui mekanisme, semua hal yang diusulkan semua pihak selalu kami respon dengan baik,” jelas Rohyan.






