BogorPolitan – Leuwisadeng,
Sudah 13 tahun bangunan irigasi Cicaung tepatnya di Kampung Kalong Jalan RT 01 RW 01 Desa Kalong 2, Kecamatan Leuwisadeng jebol pada bagian saluran paritan hingga terkesan terabaikan. Irigasi Cicaung untuk mengairi ke wilayah persawahan Blok Sawahlega seluas 7 hektare yang belakangan ini sering dilanda kekeringan.

Ketua Kelompok Tani Harapan Jaya, Maskur mengatakan, jebolnya irigasi ini karena usianya yang sudah cukup tua, namun saat ini Pemkab Bogor tak pernah memperbaikinya.
“Saluran irigasi yang mengairi hektaran lahan pertanian disini sering mengalami jebol, karena belum pernah ada perbaikan sehingga sejumlah warga petani sering bergotong royong memperbaiki bendungan yang jebol itu. Kalau tidak salah irigasi ini pertama dibagun pada tahun 2005, mulai jebolnya sekitar 2007,” katanya, Senin 12/10/2020.
Akibat jebolnya bendungan, Maskur melanjutkan, berdampak terhadap debit airnya yang tidak normal, apalagi musim kemarau. Sejumlah warga petani, mendesak agar Pemerintah Kabupaten Bogor dan Dinas terkait secepatnya memperbaiki irigasi tersebut.
Termasuk jebolnya bendungan Peres yang berlokasi di Kampung Pasirgintung RT 02 RW 04 Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung. Seperti diketahui bendungan Peres tersebut untuk pasokan saluran air ke area pesawahan di wilayah Desa Kalong 1 termasuk pesawahan Desa kalong 2. ”25 hektar sawah sebagian berubah menjadi lahan kering, karena sama sekali tidak adanya pasokan air,” tuturnya.
Selain irigasi yang sering mengalami kerusakan, ditambah sepanjang 1 kilometer bangunan paritan seluruhnya sudah mengalami kerusakan. ” Sepanjang bangunan paritan menuju Sawahlega terlihat sudah pada rusak,” jelas Maskur.
Ia bersama kelompok tani sudah beberapa kali melaporkan persoalan dan disampaikan Musrenbang Kecamatan Leuwisadeng. Namun anehnya, sampai saat ini belum ada realisasi apapun dari dinas terkait.
Sementara itu, Pjs Kepala Desa Kalong 2, Engkos Kosasih, membenarkan lahan pesawahan milik warga petani sebagian sudah mengering dan dipenuhi rumput liar karena tidak adanya pasokan air untuk mengairi ke lahan mereka.
”Ada dua titik bendungan yang rusak, pertama bendungan Peres keduanya irigasi kali Cicaung,” sebut Engkos disaat survei lokasi pertanian, bersama Babinsa dan masyarakat dari kelompok Tani Harapan Jaya.
Engkos berharap, Dinas terkait segera mengecek lokasi, agar bendungan Kali Cicaung segera ada penanganan serus.
Hal senada juga dikatakan Sekretaris Desa Kalong 2, Mumun Sulaemah yang mengaku sering kedatangan petani ketika saluran airnya tidak berfungsi akibat sering jebol pada bangunan irigasi. “Mereka mengaku kewalahan untuk memperbaikinya, karena bangunannya sudah tua sewaktu waktu bisa kembali rusak,” tuturnya.
Hal tersebut, kata Mumun, sudah diusulkan di MusrenbangDes, namun kewenangannya ada di Pemkab Bogor. “Mudah-mudahan dari Dinas PUPR segera ada solusi untuk perbaikan irigasi tersebut,” pungkasnya. (And)






