Jakarta, Bogorpolitan.com ||
Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menangkap buronan internasional asal Ukraina Roman Nazarenko, yang diduga menjadi pengendali jaringan narkotika Clandestine Lab Hydra.
Penangkapan dilakukan di Bandara U-Tapao Rayong, Thailand, saat Nazarenko hendak terbang menuju Dubai.
Penangkapan ini merupakan langkah konkret dalam pemberantasan narkoba sesuai arahan Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam).
“Sebagai tindak lanjut arahan Bapak Presiden, Menkopolhukam telah membentuk Desk Pemberantasan Narkoba melalui Kepmenkopolkam Nomor 153 Tahun 2024,” kata Brigjen Pol Mukti Juharsa, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, dikutip dari PMJnews, Senin (23/12/2024).
Desk Pemberantasan Narkoba ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk memerangi narkoba dari hulu ke hilir.
Kapolri Jenderal Polisi juga menegaskan pentingnya tindakan tegas tanpa pandang bulu dalam perang melawan narkoba.
Roman Nazarenko diketahui menjadi otak produksi narkotika jenis mephedrone dan ganja hidroponik di Bali.
Buronan ini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak Mei 2024. Sebelumnya, dua rekannya, yang berasal dari Ukraina dan Rusia, telah ditangkap dan diserahkan ke kejaksaan bersama barang bukti.
Penangkapan Nazarenko melibatkan koordinasi intensif antara Atase Polri di KBRI Bangkok dengan otoritas Thailand. Kini, Polri tengah mempersiapkan proses pemulangan Nazarenko ke Indonesia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Dia menghadapi ancaman hukuman berat, mulai dari penjara seumur hidup hingga hukuman mati, sesuai pasal-pasal tindak pidana narkotika,” ujar Mukti.
Polri mengapresiasi dukungan masyarakat dalam upaya pemberantasan narkoba. Brigjen Mukti mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba.
“Kami berkomitmen memproses setiap laporan dengan tegas dan tuntas. Ini adalah bagian dari upaya melindungi generasi muda dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tukasnya.(Ads)






