BogorPolitan – Tenjolaya,
Setelah hampir 2 tahun akibat dampak Pandemi Covid 19 mengharuskan para siswa-siswi mulai dari tingkat SD hingga SMA melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh atau Daring dirumah tentu menjadi kabar gembira kegiatan Sekolah dengan Pembelajaran Tatap Muka atau PTM mulai digelar di Kabupaten Bogor.


Disebutkan kegiatan PTM dilaksanakan dengan kapasitas 50 persen dengan jarak 1,5 meter dengan tetap menerapkan Protokoler Kesehatan.
Sebagaimana di SMPN 1Tenjolaya yang ada di Jl. Abdul Fatah Desa Cibitung Tengah Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas yang dimulai pada Kamis, 2 September 2021.
H. Jaja Jumhana S.Pd, M.Pd.I Kepala SMPN 1 Tenjolaya melalui Drs. Sudarman M.M, selaku Humas SMPN 1 Tenjolaya dijumpai Bogorpolitan diruang kerjanya, Kamis (2/9) mengatakan bahwa SMPN 1 Tenjolaya melaksanakan PTM yang dimulai pada hari ini Kamis (2/9) dengan dasar pertama sudah ada ijin dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor sudah diverifikasi dan divalidasi serta sudah direkomendasi oleh Satgas Covid 19 kemudian sudah mengantongi ijin dari orangtua siswa maka kami laksanakan PTM Terbatas sesuai aturan yang berlaku dengan jumlah siswa dan waktu yang terbatas.
“PTM Terbatas kita laksanakan dengan 2 shift dan 50 persen jumlah siswa perkelasnya atau sejumlah 15 orang siswa. Dengan jumlah siswa keseluruhan lebih kurang 800 siswa. Shift pertama Pk. 07.30 hingga 09.40 WIB selang 1 jam agar tidak terjadi pertemuan antar shift, shift ke 2 dimulai Pk. 11.00 hingga Pk 13.00 WIB,” terang Darman panggilan akrab Sudarman.
Ia melanjutkan karena pembelajaran tatap muka hanya 2 jam tentu masih kurang maksimal maka kami tetep melaksanakan pembelajaran daring untuk tugas tugas yang diberikan guru mapel.
Ia menambahkan sebagaimana arahan dan surat edaran dalam pelaksanaan PTM Terbatas ini tetep menerapkan Prokes dengan Ketat, sebelum masuk siswa diukur dengan alat ukur suhu digital , mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu dan selama pembelajaran wajib memakai masker.
“Diruang kelas kita atur duduk dengan berjarak 1,5 meter antar shift satu dengan shift 2 berbeda bangku (tidak duduk dibangku yang sama), wajib memakai masker. Tidak diperkenankan meminjam alat tulis dengan siswa lainnya, harus bawa makan dan minum sendiri, siswa bawa handsanitizer sendiri dan sekolah menyiapkan isi ulang handsanitizer, usai belajar tidak boleh nongkrong harus langsung pulang, pulang sekolah dipantau oleh Satgas sekolah dan diarea sekolah diawasi oleh CCTV,” urainya.
Masih kata Darman selain itu kita rutin melaksanakan penyemprotan Disinfektan diseluruh area sekolah.
Diketahui salah satu syarat pelaksanaan PTM adalah guru dan tenaga kependidikan sudah di vaksin. Guru dan tenaga kependidikan SMPN 1 Tenjolaya sudah mendapatkan Vaksin hingga Dosis ke 2. Dan dalam waktu dekat kami akan melaksanakan Vaksinasi Pelajar di Sekolah untuk usia 12 tahun keatas yang dilanjut dengan Vaksin bagi warga dari beberapa desa yang ada diwilayah Tenjolaya.
Harapan kami tentu dengan dilaksanakan PTM Terbatas ini menjadi motivasi bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran disekolah, siswa terlihat antusias dan semangat dengan Pembelajaran Tatap Muka ini, karena dengan PJJ pembelajaran tidak maksimal dan siswa sangat merindukan tatap muka disekolah.
Harapan terbesarnya adalah segera berakhir Pandemi Covid 19 ini, akan kami bisa belajar dengan nyaman dan aman.
Dharmawan






