Sandi R.S / Eka Rufa ||
BogorPolitan.com – Cianjur,
Kepala Desa Kertamukti, Cepi Agustina, mendorong pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten segera merealisasikan pembangunan jembatan gantung sebagai solusi permanen bagi warga di perbatasan Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).
“Jembatan ini sangat penting untuk memudahkan akses warga, terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Saat ini, satu-satunya akses yang ada sangat rawan. Di seberang sungai terdapat SMPN 3 Haurwangi, dan banyak siswa dari KBB bersekolah di sana. Jika harus mengandalkan perahu terus-menerus, selain lambat, juga berisiko tinggi,” jelas Cepi.
Aspirasi ini, menurutnya, telah lama disuarakan warga Desa Kertamukti dan Desa Margaluyu.
Ia berharap Gubernur Jawa Barat dan pihak terkait menanggapi hal ini sebagai kebutuhan mendesak.
“Saya mewakili masyarakat kedua desa memohon kepada Gubernur dan pemangku kepentingan lain agar segera membangun jembatan gantung. Ini bukan sekadar keinginan, melainkan kebutuhan vital untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” tegasnya, Selasa (08/07/2025).
Dengan adanya jembatan, akses antarwilayah diharapkan menjadi lebih mudah, aman, dan cepat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan pelayanan kesehatan di perbatasan kedua kabupaten.
Kendalanya dikarenakan Akses dan Beban Biaya.
Toto (47), warga Desa Margaluyu, mengungkapkan bahwa selama ini warga hanya mengandalkan perahu bermesin atau rakit (bargas) untuk menyeberangi Sungai Citarum.
“Hampir setiap hari, warga KBB menyeberang ke Cianjur, terutama ke Pasar Ciranjang, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ongkos perahu sekali jalan Rp10.000, pulang-pergi jadi Rp20.000. Beban ini cukup berat jika dilakukan setiap hari,” ujarnya usai mengantar keluarga berbelanja.
Selain biaya, eceng gondok yang memadati sungai sering menghambat perjalanan.
“Kalau eceng gondok sedang banyak, perahu mudah mogok. Ini sangat menyulitkan, apalagi bagi anak-anak yang harus sekolah di Cianjur. Kami sangat berharap ada jembatan gantung agar lebih aman dan efisien,” tambah Toto.
Warga berharap pemerintah di semua tingkat dapat segera menindaklanjuti aspirasi mereka.
Jembatan gantung dinilai sebagai solusi mendesak untuk menghubungkan dua wilayah yang aktivitas warganya saling bergantung.






