Tim PPK ORMAWA HIMASKA Inovasi Sistem Pemanenan Air Hujan untuk Atasi Krisis Air Tanah di Lahan Pertanian Desa Kalongliud

0
353 views

Kab. Bogor, Bogorpolitan.com ||

Musim kemarau menjadi satu hal yang cukup ditakutkan oleh masyarakat di Desa Kalong Liud. Minimnya ketersediaan air di wilayah ini menyebabkan semakin berkurangnya sumber air di desa ini ketika menghadapi musim kemarau.

Desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. merupakan salah satu desa yang mengalami krisis air bersih.

Sumber air utama yang biasa digunakan oleh masyarakat di desa ini bersumber dari sungai cikaniki yang mengalir sepanjang wilayah desa. Namun, sumber tersebut mengalami pencemaran yang disebabkan oleh limbah pertambangan dan limbah rumah tangga.

”Masyarakat biasa mengambil air dari sungai atau melakukan aktifitas di sungai langsung, tapi memang sungainya sudah tidak jernih dan tercemar,” ungkap kepala desa Kalongliud Jani Nurjaman. Sabtu (17/08).

Minimnya ketersediaan air ini juga berdampak pada bidang pertanian masyarakat yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian mereka.

Para petani seringkali memanfaatkan air tanah karena letak lahan pertanian yang tak jarang jauh dari area sungai cikaniki. Namun, ketersediaan air tanah juga tidak mampu memenuhi kebutuhan air untuk pertanian masyarakat.

Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA), Tim PPK ORMAWA HIMASKA berinovasi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan adanya program Sistem Pemanenan Air Hujan (SPAH).

”Program ini menjadi salah satu program yang berasal dari hasil diskusi kami bersama mahasiswa,” katanya.

Mahasiswa memaparkan bahwa sistem pemanenan air hujan ini dibangun pada area lahan pertanian agar dapat dimanfaatkan untuk keperluan pertanian masyarakat.

Inovasi sistem pemanenan air hujan
(SPAH) ini dibangun dengan menggunakan toren penampungan berkapasitas 1000L yang dilengkapi dengan sistem filtrasi sehingga air hujan yang tertampung dapat lebih layak digunakan oleh masyarakat dan juga lahan pertanian.

Mahasiswa menjelaskan bahwa pembangunan program ini difokuskan untuk kebutuhan pertanian.

Namun, ketersediaan air ini nantinya juga dapat digunakan untuk keperluan sehari hari sehingga program ini memang ini bertujuan dalam rangka mitigasi perubahan iklim.(And)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini