Tiga Persoalan Penting Kecamatan Leuwisadeng Dalam Reses Masa Sidang I DPRD Kabupaten

0
564 views

Bogorpolitan – Leuwisadeng
Laporan : M. Ilyas / Raka Bayu Kamajaya

Gelaran Reses Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Masa Sidang I Tahun 2022-2023 Daerah Pemilihan V, diselenggarakan di Aula Kantor Kecamatan Leuwisadeng. Selasa 15/11/2022, serap 3 aspirasi penting.

Reses DPRD Kabupaten Bogor di Kecamatan Leuwisadeng diikuti anggota Dewan yang berasal dari Partai Hanura, Demokrat, Gerindra, Nasdem, PKS, PKB, PAN, PPP, Minus Golkar dan PDIP.

Dari ketujuh aspirasi penting yang disampaikan dalam reses, 3 antaranya dikemukakan Camat Leuwisadeng Rudy Mulyna, untuk dibahas dan segera dilakukan langkah nyata oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor.

“Pertama masalah Kantor Kecamatan Leuwisadeng, dari tahun 2017 sudah diusulkan sampai sekarang, karena kita punya Haji Dadeng, mudah-mudahan kedepan dengan dukungan para Dewan dapat terealisasikan. Kemarin kita tidak masuk di tahun 2023, alasannya Camat tidak mengusulkan, padahal kita sudah mengusulkan tiap tahun. Tapi memang dicoret terus di bkad,” ucapnya mengawali.

Terus yang kedua mengenai Puskesmas Sadeng Pasar, yang melayani 4 Desa yaitu Wangunjaya Sadengkolot, Babakansadeng dan Leuwisadeng. Sementara lokasinya tidak representatif, padahal tanah disekitarnya tidak terlalu mahal, antara 100 sampai 300 itu yang kita ajukan.

Ketiga masalah pasar Leuwisadeng yang tidak beres-beres, kita sudah mengajukan menjadi terminal agrobisnis, karena kita banyak pertanian untuk menyalurkan ke yang lain,” beber Rudy.

Pernyataan Camat Leuwisadeng ditanggapi oleh DPRD Kabupaten Bogor, anggota komisi 3 fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nurodin SH atau akrab disapa Jaro Peloy.

“Untuk persoalan pasar itu sangat disayangkan, mungkin dulu membuat perencanaannya tidak matang, apakah itu strategis atau tidak dibangun pasar ?. Sehingga sekarang terbengkalai, sayang uang rakyat puluhan milyar tidak dimanfaatkan,
untuk solusi coba kepala desa bersurat kepada Disperindag. Agar pasar tersebut dimanfaatkan dengan baik, karena yang bertanggung jawab itu Disperindag, untuk menyelesaikan itu.

Untuk Kantor Kecamatan leuwisadeng, lanjut Jaro Peloy, “kita sudah crosscheck ternyata tidak ada didalam perencanaan dan sudah menghubungi bappedalitbang, sampai hari ini perencanaannya belum masuk,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Jaro Peloy berjanji akan mendorong semua hal yang menjadi usulan dari Kecamatan Leuwisadeng, agar dapat segera direalisasikan dengan waktu yang tersisa.

“Karena masih ada waktu penyelesaian RAPBD 2023, kita coba nanti diskusikan, karena bicara soal pembangunan tidak tiba saat tiba akal, namun jika ada persoalan perencanaan, kalau nanti semisal perencanaan diabaikan, baru kita bantu dorong,” jawabnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini