BogorPolitan – Tenjolaya,
Dijumpai diruang kerjanya Kepala SMK Yapura 2 Mahmuri S.Pd. terkait pelaksanaan PTM Terbatas mengatakan SMK Yapura 2 yang berada di Jl. Cikupa Desa Situ Daun Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor, mulai melaksanakan PTM Terbatas sebulan lalu setelah Siswa-siswi Vaksinasi Covid 19.
“Sebagaimana Keputusan Bupati Bogor pelaksanaan PTM Terbatas bisa berjalan setelah seluruh tenaga pendidik dan kependidikan juga Siswa/siswi telah mendapatkan Vaksinasi Covid 19, walau Mendikbud mengatakan Vaksin bukan menjadi salah satu syarat PTM tapi kita ikuti aturan Pemerintah Daerah,” jelas Muri panggilan dari Mahmuri, Selasa (19/10).
Lebih lanjut ia memaparkan sejumlah 240 siswa kelas 10, 11 dan kelas 12 dalam PTM Terbatas dibagi menjadi 2 perkelasnya dengan kapasitas 50 persen sebagaimana aturan dalam masa Pandemi Covid 19.
“Untuk PTM setiap kelasnya kita bagi 50 persen dari jumlah siswa perkelasnya, kelas 10 ada 2 kelas kita bagi menjadi 4 rombel begitupun kelas 12 menjadi 4 rombel jadi semua ada 8 rombongan kelas. Ruang kelas mencukupi karena kelas 11 sedang melaksanakan Praktek Industri atau PKL,” paparnya.
“Jadi tiap kelasnya yang tadinya 36 hingga 40 siswa kita bagi 2 jadi 16 hingga 20 siswa perkelasnya,” tegasnya.
Muri melanjutkan selama PTM Terbatas sekolah menerapkan Prokes dengan Ketat, ia menekannya pada anak didiknya untuk penggunaan masker dan pembiasaan cuci tangan, begitupun sarana prokes kita siapkan seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, pengukur suhu dan rutin melaksanakan penyemprotan disinfektan.
“Kalau kita lihat beberapa daerah masker sudah mulai kurang digunakan, tapi demi keamanan dan mencegah terjadinya penularan kita tekankan agar terus disiplin menggunakan Masker,” jelasnya.
Ia berharap dengan gencarnya pelaksanaan Vaksinasi bisa menghentikan Penularan Covid 19, Pandemi berkahir dan pembelajaran kembali normal, karena hampir 2 tahun melaksanakan daring banyak orangtua yang mengeluh.
Muri menambahkan bahwa SMK itu disiapkan untuk bekerja kalau sekarang ini kita siapkan untuk bisa berusaha atau berwiraswasta. Seperti yang terlihat saat ini dalam pembagian raport, kita galakan kewirausahaan dengan mendirikan Stand menjajakan hasil olahan dari kearifan lokal berupa olahan singkong.
“Jadi moment dalam pembagian raport ini, anak belajar menjual suatu produk, karena orientasinya saat ini tidak mudah mendapatkan pekerjaan lowongan kerja kurang apalagi dimasa pandemi ini, jadi kita berharap setelah lulus anak nanti bisa mandiri, kita siapkan anak-anak untuk bisa berusaha,” paparnya.
Ia melanjutkan rata-rata (maaf) orangtua siswa dari sisi ekonomi menengah kebawah apalagi dimasa Pendemi ini banyak yang terdampak. Nah dengan Kewirausahaan yang kita galakkan ini mudah-mudahan menjadi bekal mereka, mereka tumbuh kepercayaan diri dan mau membuka usaha apalagi yang menjelang lulus jadi siap untuk berwirausaha.
Dharmawan






