Sampah Non Organik Aliran Sungai Pajagan – Cianten Berhasil Diangkat Katar Pamijahan

0
579 views

BogorPolitan – Pamijahan,
Laporan : M. Ilyas ||

Sampah non organik seberat 1,2 ton, yang mencemari bentangan sungai Pajagan – Cianten, berhasil diangkat Karang Taruna (Katar) se-Kecamatan Pamijahan bersama dengan organisasi kesiswaan, organisasi kemasyarakatan dan mahasiswa Kabupaten Bogor serta bidang pemberdayaan masyarakat dari PT. Jaya Dinamika Geohydroenergy (Jdg) mitra Tamaris Hydro.

Sampah Non organik yang berhasil di angkat dalam kegiatan susur sungai dan penanaman serta pembagian kepada masyarakat, seribu batang 3 jenis pohon di bantaran kali, Minggu 25 Juni 2023.

Sobri Maulana Ibrahim, Ketua Katar Kecamatan Pamijahan, mengaku kepada wartawan sangat terkejut dengan hasil yang didapatkan dalam kegiatannya.

“Setelah kita rinci dan kita timbang ini adalah hasilnya sangat mengejutkan buat kita, setelah kita timbang, ternyata jumlahnya mencapai 1,2 ton. Karena itu hasil dari 2 titik penelusuran sungai dari jarak tempuh 1,5 Kilometer,” katanya.

Menurutnya, sampah non organik jika tidak dikumpulkan bisa menjadi masalah penumpukan di wilayah hilir aliran sungai.

“Untuk jenis sampahnya kita fokus kepada jenis sampah non-organik, untuk organiknya kita tidak pungut, karena kita fokus kepada sampah non organiknya saja. sampah non organik tersebut tidak bisa diselesaikan, ya akan menjadi tumpukan – tumpukan saja di hilir,” ujarnya.

Sobri Maulana Ibrahim mengatakan, tim yang dipimpinnya selain melakukan bersih-bersih sungai juga menanam 1.000 batang pohon di bantaran kali.

“Ada yang kita tanam langsung diarea sungai dan ada juga yang kita bagikan, kepada masyarakat sebagai bahan edukasi. Seribu pohon yang kita tanam terdiri dari tiga jenis pohon, yaitu pohon jati, alpukat dan pucuk merah,” ujarnya.

Kegiatan susur sungai bersih-bersih dan penanaman 1000 batang pohon diinisiasi oleh Katar Pamijahan, mendapat suport dari Tamaris Hydro melalui Pt. Jaya Dinamika Geohydroenergy (Jdg) bidang pemberdayaan masyarakat.

“Dalam kegiatan ini diharapkan ada!nya kolaborasi bersama dengan seluruh pihak, baik itu perusahaan, masyarakat pemerintah dan juga semua lembaga,” kata Lia sebagai Kabid pemberdayaan masyarakat Pt. Jdg.

Lia mengatakan, tujuan dari kegiatan yang ingin dicapai pihaknya, agar bisa berkolaborasi dengan bersama-sama mendapatkan manfaat yang diinginkan.

“Kta bisa berkolaborasi dan kita perlu melihat apa sih yang dibutuhkan oleh khususnya oleh warga, itu yang perlu kita catat. Jangan sampai mengadakan kegiatan, namun tidak dibutuhkankan oleh warga, sebuah program harus memenuhi kebutuhan semua pihak, dari pihak kami bisa bermanfaat juga untuk masyarakat semuanya,” katanya.

Lia berpandangan, masalah sampah di aliran sungai adalah persoalan terbesar yang harus di hadapi secara massive karena perusahaannya tempatnya bernaung sangat mengandalkan air.

“Sampah itu adalah persoalan terbesar untuk kami, karena kita menggunakan air, nah sampah ini yang lebih banyak masuk dibanding airnya. Jadi itu yang menjadi hambatan kami, kegiatan ini masuk kedalam prioritas CSR kami, CSR kepada masyarakat itu ada tiga kategori pertama bidang lingkungan, kesehatan dan pendidikan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini