BogorPolitan – Ciampea,
Pembangunan Perumahan Puri Lavender, Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, diberhentikan dan didatangi puluhan warga masyarakat sekitar perumahan. Senin 28/09/2020.
Pasalnya, warga RW 02 dan RW 03 yang sebelumnya berkumpul di Kantor Desa Tegalwaru, menuntut desentralisasi aliran air yang tersumbat menjadi normal kembali.
Samsul, warga RT 05 RW 03 meminta management pengelola Perumahan Puri Lavender untuk segera turun ke lapangan, guna menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada warga sekitar.
“Kami tidak panjang lebar, intinya meminta pertanggungjawaban pengelola Perumahan Puri Lavender. Jangan mengusik dan merugikan warga,” katanya.
Selama empat bulan lamanya, warga tidak lagi menikmati air yang biasa digunakan warga untuk MCK (Mandi Cuci Kakus).
“Saya atas nama warga meminta kepada pengelola Perumahan Puri Lavender, jangan selalu mementingkan isi perutnya sendiri. Kami ingin irigasi itu kembali normal seperti semula,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tegalwaru, Hj. Nunung menjelaskan, per tanggal 1 September 2020, dilakukan mediasi, dengan hasil, pihak pengelola perumahan berjanji akan menormalkan kembali saluran air, paling lambat hingga 15 September 2020.
“Janji pihak pengelola, hingga kini hanya isapan jempol. Warga yang merasa kesal mendatangi lokasi perumahan dan menghentikan kegiatan pembangunan,” ungkap Kepala Desa.
Merasa diberikan janji oleh pihak pengelola, Hj. Nunung menegaskan, pihak Perumahan Puri Lavender harus segera menghentikan kegiatan sampai keinginan warganya terpenuhi.
“Sebelum apa yang diminta warga saya terpenuhi, saya sarankan kepada pihak pengelola Perumahan Puri Lavender untuk menghentikan kegiatan pembangunan,” tandasnya






