Pembangunan Terus Dikebut, Desa Bojongrangkas Fokus Benahi Infrastruktur dan Layanan Kesehatan Warga

0
277 views
Kepala Desa Bojongrangkas, Ciampea, Kabupaten Bogor Iding Habudin,

BogorPolitan.com – Ciampea

Pemerintah Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor terus bergerak membangun berbagai fasilitas demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pada tahap pertama penyaluran Dana Desa tahun 2025, terdapat lima kegiatan prioritas yang saat ini tengah dilaksanakan.

Kepala Desa Bojongrangkas, Iding Habudin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut meliputi:

Betonisasi jalan desa di RT 01 RW 04. Rabat beton jalan menuju pesantren di Kampung Bojongrangkas RT 03 RW 08. Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Warung Borong. Pembangunan gedung posyandu dan Pembangunan sumur resapan sebagai solusi masalah drainase.

Pembangunan Tembok penahan tanah (TPT) Panjang 33 Meter, Lebar 3 meter dan tinggi 2,5 meter di Kampung Warung Borong

“Rabat beton di Kampung Bojongrangkas ini jalan umum. Saat musim hujan, sering ada warga yang jatuh karena kondisi jalan licin,” jelas Iding.

Menurutnya, pembangunan jalan ini sangat penting untuk menunjang aktivitas warga, termasuk akses ke pondok pesantren yang menjadi pusat pendidikan agama di wilayah Kampung Bojongrangkas RT 03 RW 08.

Sementara itu, pembangunan TPT di Kampung Warung Borong dilakukan untuk mencegah longsor.

“Kalau kita biarkan, itu bisa longsor dan membahayakan warga sekitar,” bebernya.

Perhatian Serius pada Kesehatan Ibu dan Anak

Iding juga menyoroti pentingnya pembangunan gedung posyandu di RW 09, yang menjadi gedung kedua di desa tersebut setelah posyandu pertama dibangun tahun lalu di RW 07. Namun, pembangunan ini tidak lepas dari kendala. Salah satunya adalah keterbatasan kewenangan desa dalam pengadaan lahan.

“Kita tidak bisa membeli tanah karena anggaran desa sifatnya hanya untuk membangun. Maka, kita mencari tanah yang dihibahkan oleh warga. Alhamdulillah, ada yang bersedia,” ungkapnya.

Posyandu ini akan difokuskan untuk pelayanan kesehatan ibu hamil, balita, serta upaya pencegahan stunting dan gizi buruk. Saat ini, Desa Bojongrangkas memiliki 12 kelompok kader yang aktif dalam pelayanan posyandu.

Pembangunan Betonisasi dengan Volume Panjang 122 meter x Lebar 3 meter dan Tinggi 0,12 meter di Kampung Bojong Rangkas

Solusi Drainase: Bangun Sumur Resapan

Menghadapi masalah genangan air dan sulitnya sistem drainase, desa memilih membangun sumur resapan sejenis biopori agar air hujan bisa langsung meresap ke tanah tanpa menggenang.

“Ini sangat efektif untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan tidak banjir,” katanya.

Iding berharap alokasi Dana Desa ke depan bisa bertambah.

“Karena pembangunan di desa ini banyak sekali. Selain infrastruktur, kita juga perlu dana untuk pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.***(And/Ads)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini