BogorPolitan – Ciampea,
Kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, kembali terjadi. Kali ini terjadi di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Rabu (3/2/2021).
Tak tanggung-tanggung sebanyak delapan anak di bawah umur dilecehkan oleh seorang pria yang berprofesi sebagai Bank Keliling (Bangke) yang bernama Evan (28).
Salah satu orang tua korban, Lina (34) mengatakan, bahwa korban sementara berjumlah delapan anak dan semua berjenis kelamin laki-laki.
“Seluruh orang tua korban langsung melaporkan kejadian pelecehan seksual tersebut ke Polsek Ciampea untuk diproses secara hukum,” tuturnya.
Dirinya menjelaskan, anak saya laki-laki, dielus, dipegang-pegang kemaluannya sama orang Bank Keliling, “setelah dari sini, kami akan melakukan laporan ke Polres Bogor,” ujarnya.
Sementara itu, orang tua korban lainnya, Rina mengatakan bahwa kejahatan seksual pelaku terungkap setelah ada seorang anak yang berbicara kepada orang tuanya.
“Laporan ya. Tadi anak-anak ada yang bilang, akhirnya satu-satu anak mengaku bahwa dulu pernah dielus-elus, dipegang-pegang kemaluannya. Sampai salah satu anak ada yang diremas kemaluannya,” bebernya.
Kesal dan dianggap membahayakan para orang tua korban ramai-ramai melaporkan pelecehan seksual tersebut ke Pihak Berwajib.
“Orang Bank keliling namanya Evan. Tadi ibu-ibu ada yang menghadang si pelaku akhirnya dia itu dilaporkan ke Kepolisian di sini. Semua bikin laporan 8 korban,” paparnya.
Rina mengungkapkan bahwa pelaku minta berdamai, namun orang tua korban secara kompak menolak ajakan tersebut.
“Laporan ini terus berjalan agar ditindak lanjuti. Tadi pelaku minta damai. Kalau kita bawa ke rumah sakit tidak tahu ke depannya seperti apa. Karena kita tidak tahu mental anak seperti apa nantinya. Kita sebagai orang tua tidak mau mental anak kita terganggu. Untuk itu kita akan tindak lanjuti ke Polres Bogor,” jelasnya.
Akibat dari aksi pelecehan seksual tersebut seorang anak mengalami traumatik.
“Karena ada salah satu anak yang diremas kemaluannya itu merasa trauma. Dia tidak mau main. Dia takut. Anak-anak yang menjadi korban itu usianya 10 sampai 12 tahun,” tandasnya. (And)






