BogorPolitan – Leuwisadeng,
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Bogor Tingkat Kecamatan Leuwisadeng untuk perencanaan Tahun 2022 digelar secara Virtual Zoom Meeting dan pengunjung dibatasi.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Leuwisadeng pada Kamis (04/2) tersebut hanya dihadiri oleh para Kepala Desa (Kades), Polsek, Koramil dan Unit Pelaksana Teknis (UPT).
“Kita yang hadir masih dibatasi karena ada online dan ada yang tatap muka sekitar 25 orang, terdiri dari Kepala Desa dan UPT. Sementara, Dinas-dinas terkait kita pakai Zoom Meeting. Dewan juga sebenarnya ada, jadi kita semuanya memantau,” ungkap Rudy Mulyana, Camat Leuwisadeng.
Ia juga memaparkan, bahwa
Kecamatan Leuwisadeng mendapat Pagu indikatif sebesar 13 M, sementara usulan yang sudah masuk ke Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) itu baru 18 M, sementara yang belum ke input 18 M juga.
“Sebenarnya kebutuhan pengajuan dari Kecamatan Leuwisadeng itu sekitar 34 M, jadi masih ada sekitar 20 M yang memang tidak teranggarkan, mungkin itu di situ berlaku skala prioritas, ” paparnya.
Selain itu, Musrenbang ini juga membahas Kantor Kecamatan, prioritas peningkatan perekonomian UMKM dan pariwisata serta mengenai Pasar Rakyat Leuwisadeng.
“Insya Allah Pasar Rakyat Leuwisadeng kita ajukan untuk kegiatan terminal agro bisnis, jadi di situ dikemas. Sehingga itu akan lebih mahal, selama ini memang sudah terlaksana itu tetapi di gudang masing-masing kalo nggak salah, nanti kita arahkan,” ujarnya.
Ia berharap apa yang diinginkan segalanya prioritas, bisa terpenuhi dengan anggaran yang ada karena itu benar-benar kebutuhan masyarakat.
“Usulan-usulan yang memang kita rekap di Musrenbang Desa sehingga itu mejadi skala prioritas Kecamatan,” pungkasnya. (And)






