Kab.Bogor, Bogorpolitan.com ||
Suara ketukan bambu khas pos kamling memecah keheningan malam di Kampung Pasar Rebo, Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.
Malam itu, seperti malam-malam lainnya, Aiptu Ateng Komara, Bhabinkamtibmas Desa Cihideung Udik, melangkah pasti menuju pos ronda.
Bersama Babinsa setempat, mereka memulai tugas pengamanan wilayah yang berlangsung hingga dini hari.
Mulai pukul 23.00 hingga subuh keduanya melaksanakan patroli malam. Di bawah arahan langsung Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, melalui Kapolsek Ciampea, Kompol Suminto, seluruh personel Bhabinkamtibmas diinstruksikan untuk memastikan wilayah mereka tetap kondusif.
“Kehadiran polisi bukan hanya untuk memberikan rasa aman, tetapi juga mendekatkan diri kepada masyarakat. Ketika kita hadir, segala potensi konflik dapat diredam sebelum membesar,” ujar Bhabinkamtibmas Aiptu Ateng di sela-sela dialog dengan petugas ronda malam.
Di pos ronda Kampung Pasar Rebo RT 004 RW 008, percakapan hangat terjadi antara Aiptu Ateng dan para warga yang bertugas.
Tidak hanya sekadar kontrol, Aiptu Ateng menyampaikan pesan penting tentang kewaspadaan terhadap tindak kejahatan, seperti pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), yang kerap menjadi momok di wilayah Bogor.
“Curat dan curanmor adalah ancaman nyata. Tapi dengan ronda malam seperti ini, kita bisa mencegahnya. Warga harus tetap waspada dan bertanggung jawab menjaga lingkungan mereka sendiri,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan warga untuk siaga menghadapi potensi bencana alam yang tak terduga, mengingat cuaca ekstrem yang belakangan sering terjadi.
“Jika ada hal mencurigakan atau kejadian yang menonjol, laporkan segera ke pihak kepolisian. Jangan ragu, kami siap merespons,” bebernya.
Malam terus beranjak. Lampu-lampu di rumah warga mulai redup, namun semangat para petugas ronda dan aparat tetap menyala.
Bagi mereka, keamanan adalah tanggung jawab bersama, dan pos kamling adalah simbol dari sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat.
Kegiatan seperti ini, meski tampak sederhana, sejatinya menjadi tulang punggung terciptanya rasa aman di lingkungan.
Warga tidak hanya menjaga keamanan fisik, tetapi juga menumbuhkan solidaritas dan rasa memiliki terhadap tempat tinggal mereka.
Hingga dini hari, Bhabinkamtibmas dan Babinsa terus melaksanakan tugasnya. Bukan hanya untuk mencegah kejahatan, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap warga di Desa Cihideung Udik dapat tidur nyenyak, mengetahui bahwa keamanan mereka berada di tangan yang tepercaya.
Di tengah tantangan yang ada, kehadiran sosok-sosok seperti Aiptu Ateng menjadi bukti bahwa keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. ***






