BogorPolitan – Lewiliang
Laporan : Raka Bayu Kamajaya
Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al-Haya hadir ditengah Masyarakat Desa Pabangbon sebagai sarana pendidikan non formal berbasis keislaman, dalam mempersiapkan generasi Islami kedepan.
Hal itu disampaikan Kepala Sekolah MDT Al-Haya H. Ade Irawan, S. Sos. MM disela-sela kegiatan lesengan Siswa-siswinya, Sabtu 02/07/2022 di Kampung Pabangbon 02/02 Desa Pabangbon.
“Ini merupakan pendidikan berbasis agama, cara ini memang non formal, ini diselenggarakan setelah anak anak pulang sekolah. Madrasah diniyah ini dibentuk salah satunya itu untuk mengisi kekurangan pelajaran agama disekolah ini, untuk waktu memang ada perbedaan, karena sifatnya ada ula, usto dan dasar. Jadi untuk yang dasar itu untuk usia SD, cuma emang diselenggarakan diluar jam sekolah,” terangnya.
Lebih lanjut H. Ade Irawan, S.Sos, MM menyampaikan taget yang diinginkan dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Sekolah.
“Hari ini keseluruhan siswi-siswinya empat puluh lima orang dari kelas A, B dan C targetan utama muatannya di pendidikan agama. Minimal mereka menjaga solatnya, ibadah hariannya, baca tulis Al- Qur’annya serta sejarah keagamaan Islamnya,” katanya.
Untuk jumlah ustadnya, sambung Ade Irawan, “ada lima orang dan memang para siswa hanya yang ada di RW nol dua saja, sebenernya yang dari luar mau bergabung tapi secara fasilitas terbatas belum ruang kelas. Kami juga belajar harian di luar, insyaAllah untuk kedepan nya berencana membangun tiga lokal, nanti kelas A, B dan C bisa tercover di sini,” harapnya.
Sementara menurut Wakil Rektor di Universitas Umul Quro Al-Islami Azwar Anas yang akrab disapa Kang Azwar, dalam sambutannya menuturkan bahwa Pendidikan Anak adalah Tanggungjawab Orang Tua.
“Alhamdulillah itu atas dorongan dan bantuan kang Asep Wahyu Wijaya dari DPR provinsi Jabar, ini membuktikan bahwa jasanya memberikan ilmu dan fasilitasnya, tinggal kita merawatnya tinggal menyekolahkannya mau atau tidak. Anak-anak kita ini adalah harta yang sesungguhnya yang akan jadi penyelamatkan kita dunia dan akhirat, jadi anak kita kalau tidak dimasukan ke pesantren atau tidak dimasukan ke madrasah diniah itu akan menyengsarakan kita pada akhirnya,” katanya.
Alhamdulilah, lanjut Kang Azwar “sekolah madrasah ini gratis tinggal bapak dan ibu mendorong anaknya supaya mau bersekolah. InsyaAllah anak kita di didik di madrasah ini bisa mempunyai ahklak yang mulia dan taat ibadah, serta bisa bermanfaat ilmunya sehingga menjadi anak Sholeh dan Sholehah. Suatu doa untuk kita semua, mudah-mudahan kita diberikan kesehatan kesabaran dalam mendidik dan membina anak anak kita semua,” tegasnya.
Dengan adanya tempat pendidikan Islam MDT Al-Haya, bagi anak-anak Kampung Pabangbon diapresiasi oleh Kepala Desa Pabangbon Endang Rohendi yang saat itu hadir ditempat kegiatan Lesengan.
“Alhamdulilah dari pihak desa sangat mengapresiasi kepada pimpinan yayasan diniyah Al-Haya, saya sebagai pemerintah desa sangat berterima kasih, karena manfaat dari yayasan ini anak-anak desa pabangbon untuk generasi kedepannya mengutamakan pendidikan agama. Sehingga anaknya warga bisa bersekolah dengan dekat,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu pula Endang Rohendi berharap, selain masyarakat tidak jauh untuk belajar Agama, juga dapat melanjutkan Pendidikannya.
“Adanya madrasah di lingkungan ini, masyarakat tidak usah jauh menuntut ilmu agama, harapan kami mungkin sekarang hanya madrasah, semoga kedepannya tsanawiyah dan aliyah di yayasan ini,” pungkasnya.






