Ketua PWI Pusat, C.H. Bangun, Kecam Keras Penganiayaan terhadap Wartawan di Kantor PWI Kabupaten Bogor

0
292 views

Kab.Bogor, Bogorpolitan.com ||

Dunia jurnalistik kembali tercoreng dengan kasus penganiayaan brutal terhadap seorang wartawan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Zarkasi, yang merupakan anggota PWI Kabupaten Bogor, menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang di Kantor PWI Kabupaten Bogor, Jumat (11/10/2024).

Ketua PWI Pusat, C.H. Bangun, menyatakan kecaman keras terhadap kejadian tersebut.

“Saya sangat prihatin dan mengecam keras tindakan seperti ini, apalagi dilakukan di dalam Kantor PWI. Penganiayaan terhadap wartawan ini tidak bisa ditoleransi. Saya meminta pihak kepolisian segera mengungkap kasus ini dan membawa pelakunya ke meja hijau. Kami dari PWI Pusat juga telah meminta LKBH PWI Pusat untuk mendampingi korban dalam proses hukum,” ujarnya dengan tegas.

Menanggapi laporan tersebut, pihak Polres Bogor langsung bergerak cepat.

Petugas segera mengumpulkan bukti dari tempat kejadian dan memeriksa rekaman CCTV serta foto-foto yang ada.

Kasat Reskrim Polres Bogor menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini dan memastikan pelaku ditangkap.

“Kami akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus ini,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bogor.

Kekerasan Terhadap Wartawan, Serangan Terhadap Kebebasan Pers

Kasus ini menjadi perhatian serius, tidak hanya dari pihak kepolisian, tetapi juga dari PWI Pusat. Insiden penganiayaan terhadap wartawan merupakan ancaman nyata terhadap kebebasan pers dan keselamatan jurnalis dalam menjalankan tugasnya.

PWI berharap kasus ini segera terungkap dan pelaku kekerasan mendapatkan hukuman yang setimpal.

“Kami berharap aparat penegak hukum bisa segera mengusut tuntas kasus ini. Kekerasan terhadap wartawan adalah pelanggaran serius yang tidak bisa dibiarkan,” tegas C.H. Bangun.

Sebelumnya di beritakan, bahwa kronologis kejadian bermula saat Zarkasi sedang dalam perjalanan menuju Kantor PWI setelah berkendara dari arah lampu merah PDAM Kabupaten Bogor.

Ketika hendak berbelok ke arah kantor, dua pengendara motor tiba-tiba memepet mobilnya dari kanan dan kiri.

“Saya sudah menyalakan lampu sein kiri untuk berbelok ke Kantor PWI, tetapi tiba-tiba dua motor muncul. Satu berada di kanan, satu lagi di kiri. Pengendara di kiri jatuh, dan pengendara di kanan menghadang mobil saya. Mereka memaksa saya untuk mengantarkan pengendara yang jatuh ke dalam mobil,” cerita Zarkasi.

Merasa terancam, Zarkasi segera menuju Kantor PWI untuk mencari perlindungan.

Namun, kelima orang tersebut justru mengejarnya ke dalam kantor dan melakukan penganiayaan berat di sana.

Setelahnya, para pelaku mencoba memaksa Zarkasi masuk ke mobil lagi, namun korban menolak dan melarikan diri ke Kantor Polres Bogor untuk membuat laporan.

“Saya khawatir dengan keselamatan saya, apalagi saya sebelumnya sudah menerima ancaman. Beruntung ada pengendara lain yang melintas dan membantu saya ke Polres,” tambahnya.

Kini, Zarkasi tengah mendapatkan pendampingan hukum dari LKBH PWI Pusat untuk menuntut keadilan atas apa yang dialaminya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan terhadap jurnalis adalah pelanggaran serius yang tak boleh dianggap remeh.(And)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini