Bogorpolitan – Cibungbulang,
Albert Nanlohy Kepala Unit Pelayanan Tehnik Daerah (UPTD) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor didampingi H. Ayi Lukman Kepala Operasional (Kaops) Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, tinjau lokasi perkebunan sebagai lahan sumber ketahanan pangan, bagi 250 petani binaan.
Aset milik DLH Kota Bogor dimanfaatkan oleh petani yang berasal dari tiga Desa, Cijujung, Galuga, serta Dukuh
Albert Nanlohy, dalam kunjungan kerjanya ke lapangan sekaligus ingin membuktikan kepada warga masyarakat terkait manfaat air licit yang banyak dipermasalahkan oleh sebagian oknum warga masyarakat terkait dampak negatifnya,
“Dengan mata kepala saya sendiri, menyaksi kan langsung manfaat air licit bagi kebutuhan petani binaannya, dalam melakukan kegiatan bercocok tanam, sudah lama ketergantungan kepada air licit tersebut, yang amat sangat besar manfaatnya bagi petani di sekitarnya,” ujar Albert Nanlohy kepada awak media.
Hal itu dibenarkan Selamet Raharjo selaku ketua Kelompok Tani yang di beri kesempatan oleh DLH Kota Bogor
“Hanya yang memiliki kepentingan saja yang menyatakan air licit tidak bermanfaat bagi petani, faktanya saya untuk menggunakan lahan milik DLH Kota Bogor, jika diperkenan kan kami siap untuk melakukan perluasan untuk bercocok tanam,
Terlebih dimasa pandemi Covid-19 ini, kami para petani dan warga masyarakat merasa amat sangat terbantu dengan adanya program DLH KOTA BOGOR terkait pemanfaatan lahan untuk penambahan penghasilan warga,” pungkasnya. (Toni).






