Laporan : Taopik Abu Sopian
Bogorpolitan.com || Cianjur
Sosok polisi yang satu ini patut dijadikan inspirasi. Aiptu Dr. Dede AS, anggota Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) di Polres Cianjur, berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dengan predikat Cumlaude dan IPK 3,94.
Pencapaiannya ini menjadikannya salah satu anggota Polres Cianjur pertama yang menyandang gelar doktor.
Lebih istimewa lagi, Dr. Dede AS menyelesaikan program doktoralnya hanya dalam 2,5 tahun, lebih cepat dari waktu yang ditentukan.
Disertasinya berjudul “Model Mitigasi Kenakalan Pelajar Sekolah Menengah Pertama Berbasis Pentahelix di Kabupaten Cianjur”, yang menyoroti strategi pencegahan kenakalan remaja melalui kolaborasi berbagai pihak.
Meskipun kesibukannya sebagai polisi tak sedikit, Dr. Dede AS tetap bertekad melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi. Ia menempuh pendidikan di luar jam dinas, tentunya dengan izin dari pimpinan.
“Saya berharap bisa berkontribusi sebagai polisi yang dapat membantu kesatuan dalam menyikapi berbagai permasalahan di masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya berkiprah di kepolisian, Dr. Dede AS juga aktif di berbagai organisasi. Ia menjabat sebagai Ketua Komite di SMA Negeri 2 Cianjur, menjadi anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur, serta mendirikan berbagai komunitas yang berfokus pada edukasi dan ketertiban lalu lintas.
Salah satu komunitas yang ia gagas adalah RSPA Member Community, sebuah komunitas yang beranggotakan ribuan orang dan berperan dalam kampanye tertib berlalu lintas.
Komunitas ini telah berkembang dan menjangkau berbagai daerah di luar Kabupaten Cianjur.
“Kami bekerja sama untuk membantu dalam tertib berlalu lintas. Edukasi yang kami berikan diharapkan bisa menekan angka pelanggaran dan kecelakaan,” jelasnya.
Meski telah menyandang gelar doktor, Dr. Dede AS justru merasa semakin haus akan ilmu. Baginya, semakin banyak yang dipelajari, semakin ia menyadari luasnya ilmu pengetahuan.
“Semakin banyak ilmu yang saya peroleh, semakin saya merasa kurang. Ilmu yang saya dapatkan membuat saya lebih sadar bahwa masih banyak yang belum saya ketahui,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, sebagaimana tercantum dalam hadis Rasulullah SAW: “Tolabul ilmi faridhotun ‘ala kulli muslimin wal muslimat”, yang artinya “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim laki-laki dan perempuan.”
Dr. Dede AS berharap pencapaiannya bisa menjadi motivasi bagi masyarakat luas, khususnya bagi rekan-rekannya di kepolisian.
“Saya ingin menjadi contoh yang baik bagi masyarakat serta berkontribusi dalam kemajuan bangsa,” tutupnya.






