Laporan : Eka Rufa ||
BogorPolitan.com – Cianjur,
Partai Demokrat Kabupaten Cianjur menegaskan bahwa deklarasi dukungan terhadap pasangan calon nomor urut 2, Dr. Wahyu-Ramzi, dilakukan oleh kader yang sudah tidak aktif dan telah diberhentikan dari keanggotaan partai.
Pernyataan ini disampaikan oleh Lilis, salah satu kader Demokrat, usai menghadiri acara pengambilan nomor urut di KPU Cianjur pada Senin malam.
Menurut Lilis, mereka yang terlibat dalam deklarasi tersebut adalah kader-kader yang sudah dipecat, dan Partai Demokrat tetap solid mendukung pasangan Herman Suherman-H.Ibang dalam kontestasi politik di Cianjur.
“Sejauh ini, Partai Demokrat masih solid mendukung pasangan Herman Suherman-H.Ibang. Mereka yang mendeklarasikan dukungan kepada Wahyu-Ramzi bukan lagi bagian dari Demokrat,” tegasnya.
Deklarasi dukungan kepada pasangan Wahyu-Ramzi dipimpin oleh Hadi Sutrisno, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPC Demokrat. Namun, Lilis menegaskan bahwa Hadi Sutrisno sudah diberhentikan dari jabatannya dan digantikan oleh Asep Rudi.
“Hadi Sutrisno yang memimpin deklarasi itu sudah tidak lagi menjadi Sekjen. Ia telah diberhentikan dan digantikan oleh saudara Asep Rudi,” ujar Lilis.
Lebih lanjut, Lilis menyebutkan bahwa selain dicopot dari jabatan Sekjen, Demokrat Kabupaten Cianjur juga sedang memproses pemecatan Hadi Sutrisno sebagai kader partai.
“Saat ini kami sedang mempersiapkan berkas untuk mengajukan pemecatan Hadi Sutrisno sebagai kader ke DPP. Selain itu, kader-kader lain yang tidak patuh terhadap instruksi partai juga akan diberhentikan, sesuai arahan dari Ketua Umum AHY,” jelasnya.
Lilis juga menegaskan bahwa hingga saat ini, Partai Demokrat di Kabupaten Cianjur tetap solid dan tidak akan berpindah haluan.
“Alhamdulillah, Demokrat Cianjur tetap solid dan konsisten mendukung pasangan Herman Suherman-H.Ibang. Kami tidak akan berpindah haluan,” tutupnya.
Sikap tegas dari Demokrat Cianjur menunjukkan komitmen partai untuk terus mendukung pasangan calon yang telah diusung, di tengah dinamika politik menjelang pemilihan kepala daerah di Kabupaten Cianjur.***






