Bogorpolitan – Nanggung,
Dam Parit memiliki fungsi yang luar biasa selain untuk meningkatkan daya tampung sungai sehingga dapat mengurangi volume banjir, mengurangi kecepatan aliran permukaan air sehingga daya kikis dalam daya angkutnya menurun (erosi), meningkat-kan cadangan air tanah serta suplai air di musim kemarau sehingga mampu mengairi persawahan.

Namun ironis pelaksanaan pembangunannya diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang diisyaratkan. Seperti proyek pembangunan D.I Corogol, tanpa adanya papan proyek pembangunan, yang dibangun secara swadaya oleh kelompok tani Desa Sukaluyu, dengan menggunakan batu belah dan teras yang diambil diareal proyek pembangunan, sehingga merusak ekosystem alam mengingat wilayahnya yang rawan longsor, Rabu, 04/11/2020.
Ketua kelompok tani sekaligus ketua pelaksana pembangunan Mihad, beralasan karena anggarannya Rp. 114.000.000.00, plus pajak, yang dipergunakan untuk pembelian bahan bangunan, dan upah pekerja ditambah dengan area yang jauh.
“Kita manfaatkan yang ada karena bendungannya seperti ini, kalau kita ngambil batu dan pasir dari toko material otomatis dibangunnya lama karena jauh, untuk material dari masyarakat kita beli perkarung 8 ribu, itu teras murni justru kalau pake pasir yang ada disini kekuatannya kurang, bendungan ini fungsinya untuk mengairi persawahan seluas 40 Hektar (Ha),” kata Mihad.
Ditempat yang sama anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Hijau Indonesia (LHI) Aben menyatakan hadir sebagai monitoring.
“Saya disini monitoring, kebetulan saya juga punya lahan sawah disini, harapannya dengan diadakannya bendungan ini petani bisa subur sebelum di bangun pengairan sudah mengalir cuma masih banyak sawah warga yang kekeringan,” pungkasnya. (Ahyarudin)






