BogorPolitan – Nanggung,
Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Gerakan Membangun Ekonomi Masyarakat (Gerbang Emas) Desa Nanggung sebagai perwujudan dalam menggali potensi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan bidang sampah rumah tangga yang dapat di daur ulang.

Modal awal berasal dari pinjaman lunak pihak ke tiga dalam program pola kemitraan, yang disampaikan Kepala Desa Nanggung Ahmad Sodik ketika diwawancara bogorPolitan.com, Senin 09/11/2020.
“Karena memiliki beberapa asset dengan modal awal sebesar Rp. 50.000.000.00 yang berasal dari pihak ketiga, dari pola kemitraan dan bina lingkungan yang sifatnya pinjaman lunak, PT. Antam,” ungkap Sodik.
Ahmad Sodik menambahkan salah satu upaya agar lingkungan lebih bersih juga sehat, dengan melihat kebiasaan masyarakat yang awalnya lingkungan kumuh dan kotor, dengan membuang sampah sembarangan.
“Dihilir selokan menjadi mampet hingga menyebabkan banjir kotor dan penyakit, ini yang menjadikan program prioritas, dari hal ini harus bisa menangkap bahwa didalamnya ada peluang, karena ini baru satu jenis,” katanya.
Selain sampah yang bisa langsung dijual seperti botol plastik, masih ada yang bisa didaur ulang untuk dijadikan pupuk, namun butuh tehnologi tepat guna sebagai alatnya.
“Belum organiknya, karena kalau dijual tidak kalah besar, bisa enggak nanti ada satu tehnologi dari pihak terkait, terutama dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup, untuk memfasilitasi tehnologinya, keterampilan ini yang akan kita kirim. sementara kita bertahap karena terbatas dengan tehnologi tepat guna kedepannya daur ulang untuk sementara kita mentahnya dulu cuma dalam hal ini kita bisa mempekerjakan orang,” tambahnya.
Ahmad Sodik berharap kedepannya akan mengembang daur ulang sampah organik perlu melibatkan para ahli dalam bidangnya, juga saat ini butuh alat transportasi sebagai penunjang.
“Ketika kedepannya akan mengembangkan daur ulang dalam organiknya perlu melibatkan para ahli termasuk kesulitan kita ditransportasi ini yang akan kita usulkan ke DLH, harapannya nanti jika ini menjadi gerakan moral masyarakat, sampah sedesa nanggung minimal bisa diikuti sehingga kontribusi nanti untuk ramah lingkungannya,” pungkasnya. (M. Ilyas)






